RADAR JOGJA - Seorang pelajar yang hanyut terbawa arus aliran Sungai Konteng di Padukuhan Surobayan, Argomulyo, Sedayu, Bantul berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kemarin (22/1) pagi.
Pelajar bernama Fabiyan Eyar Firjatulah, 13, asal Balecatur, Gamping, Sleman hilang terseret arus di aliran Sungai Konteng di Padukuhan Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul, Minggu (21/1) siang.
Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta Kamal Riswandi mengatakan, tim SAR gabungan melakukan pencarian pukul 06.00.
Di mana penyisiran sungai menggunakan perahu rafting, tubing, body rafting dari lokasi kejadian sejauh tiga kilometer.
Selain itu, ada pula pemantauan menggunakan drone dari lokasi kejadian sejauh tiga kilometer. Untuk Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam pencarian ini berjumlah kurang lebih 80 personel.
“Saat penelusuran Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban dalam keadaan mengapung di permukaan air pukul 06.45. Untuk kondisinya meninggal dunia," katanya kepada wartawan kemarin (22/1).
Tim SAR gabungan menemukan korban dengan jarak 2,35 kilometer dari lokasi kejadian Minggu (21/1).
Setelah berhasil melakukan evakuasi, tim SAR gabungan langsung membawa korban ke Puskesmas Sedayu 1.
“Dengan ditemukannya satu orang Korban tenggelam di kali Konteng Surobayan, operasi SAR dinyatakan ditutup dan semua unsur SAR gabungan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," ucap Kamal.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menambahkan, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sedayu 1 untuk dilakukan pemeriksaan.
Berdasarkan keterangan Puskesmas Sedayu 1, korban sudah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum ditemukan.
Dari hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. “Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga korban untuk dilakukan persemayaman dan pemakaman,” ucap Jeffry. (tyo/eno)
Editor : Satria Pradika