Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Mahasiswa, KPU Bantul Gelar Pendidikan Pemilih TPS Khusus

Gregorius Bramantyo • Jumat, 19 Januari 2024 | 02:02 WIB
TERBUKA: KPU Bantul saat menggelar Pendidikan Pemilih TPS Lokasi Khusus di Grand Rohan Hotel, Banguntapan, Bantul, Kamis (18/1).
TERBUKA: KPU Bantul saat menggelar Pendidikan Pemilih TPS Lokasi Khusus di Grand Rohan Hotel, Banguntapan, Bantul, Kamis (18/1).

BANTUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menggelar pendidikan pemilih bagi pemilih di TPS lokasi khusus di Grand Rohan Hotel, Banguntapan, Bantul, Kamis (18/1).

Kegiatan itu diikuti oleh para pemilih di TPS khusus kampus, yakni ISI Yogyakarta, UMY, dan UAD.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bantul Imron Hidayatullah mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk memudahkan mobilisasi atau menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

Sebab dibandingkan lembaga lain yang memiliki TPS khusus, pemilih di perguruan tinggi cukup sulit dimobilisasi.

“Tujuannya untuk meningkatkan partisipasi saja. Karena kalau tidak ada acara ini dikhawatirkan ketika hari H banyak yang lupa kalau dia terdaftar di TPS khusus,” katanya, Kamis (18/1).

Di Kabupaten Bantul sendiri ada 22 TPS khusus dalam Pemilu 2024. Tersebar di sembilan lembaga. Tiga di antaranya adalah perguruan tinggi.

Yakni, ISI Yogyakarta, UMY, dan UAD. Ada 359 pemilih di TPS khusus perguruan tinggi.

Masing-masing perguruan tinggi memiliki satu TPS. Sementara Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara berasal dari internal kampus.

“Di TPS khusus kampus hanya ada satu surat suara, yakni capres-cawapres,” jelas Imron.

Sementara itu, salah satu mahasiswa ISI Yogyakarta Wafiq Azizah mengatakan, adanya TPS khusus di kampus sangat memudahkan dirinya yang merupakan mahasiswa dari luar DIY.

Sebab, bagi mahasiswa perantauan yang berdomisili di daerah baru masih terasa asing terhadap lingkungan barunya.

“Dengan adanya TPS khusus di kampus sangat memudahkan dan sangat meminimalisir kegagalan saat memilih. Karena sangat mudah dan sangat familiar lingkungannya, dan tidak canggung,” ungkapnya.

Mahasiswa asal Bengkulu ini menyebut, dirinya sudah mengurus DPTb pada bulan Mei 2023 lalu. Saat dirinya sudah berstatus sebagai mahasiswa ISI Yogyakarta.

Sementara untuk sosialisasi dari kampus, Azizah merasa pihak kampus saat ini baru sebatas mengajak para mahasiswa asal luar daerah untuk menggunakan hak pilihnya di TPS kampus.

“Dari pihak kampus saat ini masih sebatas basic-nya untuk mengajak, kalau detail mungkin akan dijelaskan ke depan karena kan sekarang masih dalam situasi libur,” ujarnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Pendidikan Pemilih #KPU Bantul #TPS