BANTUL – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyusun sejumlah program untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bantul tahun 2024.
Tingkat pengangguran terbuka di Bantul sendiri pada Agustus 2023 mencapai 3,78 persen.
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengatakan, beberapa program akan dilakukan untuk menurunkan angka pengangguran tahun 2024.
Yaitu, program padat karya dan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Pemkab Bantul juga menyelenggarakan program padat karya untuk mengurangi angka pengangguran di Bantul.
Pada tahun 2024, lokasi yang akan dijangkau dengan program padat karya mencapai 308 lokasi dari APBD DIY sebesar Rp 33 miliar sampai Rp 34 miliar. Juga, 176 lokasi dari APBD Bantul sebesar Rp 17,6 miliar.
Disnakertrans Bantul memberikan rangsangan upah dengan kriteria penganggur, setengah menganggur, dan warga miskin untuk ikut bekerja dan menerima upah.
“Meski hanya 21 hari, harapannya masyarakat menerima upah, sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal di sekitar kegiatan,” kata Istirul saat ditemui di kantornya, Rabu (17/1).
Selain itu, melalui kegiatan padat karya diharapkan dapat turut meningkatkan infrastruktur masyarakat setempat.
Pada tahun 2024 akan dialokasikan 20 paket pelatihan keterampilan melalui BLK dengan anggaran Rp 1,4 miliar dari APBD Bantul.
Istirul berharap peserta pelatihan telah menentukan akan berwirausaha atau bekerja setelah pelatihan tersebut rampung.
Baca Juga: Progres Bank Sampah Induk Kota Jogja, Lakukan Pendampingan 192 Bank Sampah Mati Suri
Ada beberapa pula yang langsung disalurkan karena ada kerjasama dengan dunia usaha.
“Kami ada Forum Komunikasi Lintas Industri di Bantul. Kami inginnya lulusan pelatihan dapat memanfaatkan ilmunya dan tersalurkan di dunia industri,” ujarnya.
Nantinya peserta pelatihan akan diberikan pelatihan keterampilan, sertifikat keterampilan dan link and match dengan dunia industri.
Menurutnya, di tahun 2024 ini pelatihan keterampilan melalui BLK akan dilakukan bersama dengan lembaga sertifikasi profesi.
“Sementara untuk pelatihan keterampilan yang didanai dengan APBN akan bekerjasama dengan BPVP Solo,” imbuh Istirul.
Kepala Bidang Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Priyanto mengatakan, Pemkab Bantul berupaya merancang program bagi penduduk usia produktif dengan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi.
Kemudian, menurutnya, ada pula penempatan tenaga kerja dengan tiga skema yaitu Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Guna menekan angka pengangguran di Bantul.
“Ada pula program pemberdayaan UMKM,” katanya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad