BANTUL - Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM (Program Pemberdayaan Masyarakat) Universitas Mercu Buana Yogyakarta Jl Wates awal 2024 berada di tengah tahun politik.
Para mahasiswa diminta fokus menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tidak perlu menyinggung urusan calon presiden (capres).
Baca Juga: Tak Fokus Saat Berkendara, Jadi Penyebab Daihatsu Xenia Terguling Dua Kali
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Mercu Buana Jogja Dr. Agus Slamet di hadapan 709 mahasiswa KKN saat pelepasan di halaman kampus setempat Rabu (17/1/2024).
"Saya berpesan ini kan, menjelang dan pelaksanaan pemilu ya, tanpa membawa atribut apa-apa."
"Baik itu bendera, nama caleg, maupun nama calon presiden karena mereka ini (mahasiswa) ilmuwan," kata Agus Slamet.
Dia menjelaskan, KKN PPM 2024 angkatan 44 terbagi dalam KKN reguler, mandiri, dan penugasan khusus.
Sebagian besar peserta KKN diterjunkan ke dua kapanewon wilayah Kabupaten Gunungkidul yakni, Semanu dan Rongkop.
"Terbanyak dari Fakultas Ilmu Komunikasi, ekonomi, teknik, dan psikologi," ujarnya.
Baca Juga: Membuat Gambar Profil: Perjalanan Selangkah demi Selangkah dengan Editor Foto Online CapCut
Dibimbing 25 dosen dan pembimbing lapangan, program pengabdian masyarakat dilaksanakan selama satu bulan.
Mulai 18 Januari 2024 sampai dengan 17 Februari 2024.
Baca Juga: Bikin Ngirii, Doyoung NCT Unggah Foto Bareng Cipung Kelewat Gemas
"Jaga nama baik diri sendiri dan kampus."
"Harus netral dalam pemilu, karena mahasiswa KKN diterjunkan untuk pengabdian."
"Jangan membawa nama capres agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Dia melanjutkan, mahasiswa KKN harus kompak.
Selalu mematuhi peraturan dan ketentuan adat istiadat di masyarakat.
Laksanakan program secara maksimal dan tentunya dievaluasi oleh tim pembimbing lapangan.
"Untuk KKN PPM reguler kami pilih di Gunungkidul karena sejumlah pertimbangan, salah satunya menyikapi tingginya kasus stunting."
"Kami melakukan pendampingan," jelasnya.
Baca Juga: Targetkan Realisasi 95 Persen, Pelaksanaan Imunisasi Polio Putaran Pertama Baru Capai 39,3 Persen
Selama menjalankan tugas KKN, peserta mendapatkan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.
"Ya, untuk biar apa namanya ya membackup saja, tapi kan kami tadi tidak berharap terjadi sesuatu karena sakit. Antisipasi saja," terangnya.
Baca Juga: Augusto Neto Tak Maksimal, Posisinya Diganti Vengko
Selanjutnya, pasca KKN ada laporan akhir setiap kelompok.
Pimpinan universitas kemudian melakukan supervisi.
Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,4 Kilometer, Luncurannya Mengarah ke Tempat Ini
Sementara itu, Kepala P3MK Universitas Mercu Buana Jogja Setyo Utomo mengatakan, pelepasan mahasiswa KKN tujuannya berlatih bertahan hidup di desa dalam kondisi apapun.
"Diminta pengabdian kepada masyarakat dan mencari solusi terkait pemberdayaan," kata Setyo Utomo. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin