BANTUL - Melihat adanya peluang untuk melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) membuat pelaku melancarkan aksinya.
Itu lantaran kunci motornya masih cemantel di lubang kunci sehingga Indung Dwi Septian, 22 menggasak motor korbannya.
Namun, uniknya motor hasil curiannya itu rencananya tidak untuk dijual demi mendapat keuntungan.
"Korban mendengar bunyi motor dan saat dicek motornya dilakukan pengejaran tetapi tidak ditemukan," katanya, Rabu (10/1/2024).
Sekembalinya mengejar pelaku, korban mendapati ada satu motor yang terparkir.
Motor itu dibawa ke Polsek Sedayu sekaligus melakukan laporan kehilangan motor.
Mendapat laporan itu, Unit Reskrim mengecek identitas melalui plat motor yang dibawa korban usai ditemukannya setelah mengejar pelaku.
Setelah diselidiki, diketahui tempat tinggalnya dan dilakukan pengintaian.
Saat itu pelaku ke luar dari rumahnya menggunakan motor curiannya.
Ternyata pelaku mengendarai motor ke arah lokasi tempat dia meninggalkan motornya saat melakukan Curanmor.
"Sesampainya di lokasi pelaku diamankan dibawa ke polsek beserta motor curiannya dan motor miliknya untuk ditahan dan diproses," beber Habib.
Lokasi antara meninggalkan motornya dengan TKP pencurian lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter.
Pelaku bekerja sebagai buruh bangunan sehari-hari.
Habib menegaskan, pencurian atas dasar spontanitas tidak direncanakan.
Itu lantaran karena ada peluang kunci motor yang tergantung.
"Dia punya niat mengambil motornya digunakan untuk kepentingan pribadinya memancing," imbuhnya.
Kala itu, dia sedang lewat dan melihat motor karena kuncinya tergantung.
"Iya buat mancing buat wira-wiri aja tidak ada niat untuk dijual saat mencuri mabuk pengaruh minuman," ungkapnya. (rul)
Editor : Iwa Ikhwanudin