Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinpar Bantul Sasar Peningkatan Okupansi Homestay di Desa Wisata

Gregorius Bramantyo • Selasa, 9 Januari 2024 | 05:17 WIB
Ilustrasi salah satu homestay di Jogja. (jttc.co.id)
Ilustrasi salah satu homestay di Jogja. (jttc.co.id)

RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul menyasar pemerataan tingkat hunian (okupansi) homestay di desa wisata Kabupaten Bantul tahun ini. Terlebih saat ini tercatat ada 306 homestay di Bantul dengan kapasitas 1.051 kamar.

Homestay di Bantul khususnya di lokasi desa wisata sebarannya belum merata. Yang sudah terdaftar yakni di Tembi sekitar 63 homestay. Sedangkan di Mangunan ada 32 homestay. Kemudian di Wukirsari baru ada 17 homestay.

Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut, dinasnya akan melakukan peningkatan klasifikasi atau standarisasi homestay. Yakni dengan menyasar wisatawan domestik dan mancanegara.

Menurut Kwintarto, beberapa homestay saat ini mulai menjadi pilihan menginap bagi wisatawan di Bantul. Dia pun berharap minat wisatawan menginap di homestay dapat meningkat di tahun ini. “Sehingga wisatawan menginapanya tidak hanya di hotel, tetapi juga di desa wisata. Yang akan ditata dan dipromosikan secara baik,” ujarnya kemarin (8/1).

Sementara itu, Ketua Forkom Homestay Bantul Henny menyampaikan, saat ini belum seluruh desa wisata di Bantul memiliki homestay. Sementara beberapa homestay yang ada sebagian telah siap menerima wisatawan yang menginap dan sebagian lainnya masih dalam tahap penyiapan. “Homestay desa wisata yang aktif dan tidak itu nanti dibedakan. Ada yang masih embrio, sudah maju, dan sangat maju,” ucapnya.

Selama ini Dinpar Bantul pun telah memberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas pengelola homestay. Bahkan beberapa homestay saat ini tengah dipersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi housekeeping. Serta menjadi bagian dalam Indonesia Homestay Association (IHSA).

Menurutnya, homestay harus bisa menerima tamu dan menjelaskan kearifan lokal yang ada. Sumber daya manusia yang ada di homestay juga harus memiliki pengetahuan kepariwisataan. “Dia sebagai front office dan pemandu, harus dibekali dengan ilmu kepariwisataan dan tata cara penerimaan tamu,” lontarnya.

Henny berharap, homestay di Bantul dapat menerapkan sapta pesona untuk dapat menarik minat wisatawan menginap di sana. Sebab selama ini, beberapa homestay pun telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi pendidikan. “Sehingga saat libur sekolah atau musim karya wisatawan beberapa homestay tersebut kebanjiran pelanggan,” tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#kabupaten bantul #Mangunan #homestay