BANTUL – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul mencatat pergerakan okupansi hotel mencapai lebih dari 60 persen. Angka tersebut tercatat hingga pertengahan Desember 2023.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo mengatakan, peningkatan hunian kamar hotel atau okupansi hotel di Kabupaten Bantul itu didapatkan dari sejumlah wisatawan asal Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan sekitarnya. Mayoritas okupansi hotel sendiri dilakukan oleh kalangan keluarga.
Menurutnya, okupansi hotel di Kabupaten Bantul diprediksi terus mengalami peningkatan hingga pergantian tahun.
"Kami memprediksi okupansi hotel hingga pergantian tahun baru sampai angka 90 persen," kata Hendra, Minggu (17/12).
Prediksi itu ia berikan berdasarkan kondisi okupansi hotel yang berlangsung pada pergantian tahun lalu atau di akhir tahun 2022. Di mana saat itu okupansi hotel di Bumi Projotamansari berada di angka sekitar 90 persen.
Pihaknya pun sebenarnya menginginkan okupansi hotel di angka 100 persen. Namun PHRI Bantul tidak ingin muluk-muluk. Angka 85 hingga 90 persen dirasa sudah cukup bagus.
"Kami tidak mau memiliki ekspektasi yang tinggi," ujar Hendra.
Meski begitu, pihaknya hingga kini terus berupaya menggaet wisatawan dari berbagai daerah. Agar kemudian dapat meningkatkan okupansi hotel di Kabupaten Bantul.
Dengan begitu, momentum Natal maupun pergantian tahun baru dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul.
Saat ini, PHRI Bantul sedang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul untuk mencapai target okupansi yang diharapkan.
"Jadi, dinas pariwisata setempat memberikan promosi di akun media sosial yang mereka miliki. Promosi itu dilakukan melalui Instagram, Facebook hingga website milik dinas pariwisata setempat,” jelas Hendra.
Tidak hanya itu saja, pihaknya juga turut menggandeng para influencer untuk mempromosikan hotel dan properti lain di Kabupaten Bantul. Sebagai booster agar tingkat hunian kamar hotel menjadi lebih baik.
"Termasuk kegiatan dari masing-masing properti juga kami publish supaya nanti wisatawan mau menginap di Bantul," jelasnya.
Kepala Dinpar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menargetkan jumlah kunjungan selama liburan Nataru sebanayk 120 ribu wisatawan. Target tersebut merupakan hitungan dari 20-31 Desember 2023.
"Per hari 10 ribu sampai 15 ribu. Mungkin ada hari-hari tertentu yang lebih dari 15 ribu,” ucapnya.
Mantan Panewu Sewon ini berharap, di akhir tahun nanti okupansi hotel dapat membawa kabar gembira bagi pihaknya. Indikasi akhir tahun di sektor pariwisata juga diharapkan berjalan dengan baik.
“Target okupansi akhir tahun minimal 95 persen. Syukur-syukur bisa seratus persen,” harapnya. (tyo)
Editor : Amin Surachmad