Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Drastis Sekali... Goa Cerme di Bantul Minim Kunjungan, Sejumlah Faktor Jadi Penyebab

Gregorius Bramantyo • Selasa, 12 Desember 2023 | 22:57 WIB
DESTINASI: Wisatawan berjalan keluar dari gapura masuk objek wisata Goa Cerme di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, Selasa (12/12). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
DESTINASI: Wisatawan berjalan keluar dari gapura masuk objek wisata Goa Cerme di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul, Selasa (12/12). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

BANTUL – Objek wisata Goa Cerme di Kabupaten Bantul mengalami jumlah penurunan wisatawan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Pengelola mengakui bahwa merosotnya jumlah kunjungan di Goa Cerme secara drastis terjadi sejak masa pandemi Covid-19.

Salah satu pengelola Goa Cerme, Khamid Wahyu Hidayat menyebut, jumlah kunjungan wisatawan di Goa Cerme belum pulih sejak masa pandemi Covid-19.

Destinasi yang terletak di Dusun Srunggo, Kalurahan Selopamioro, Imogiri itu minim kunjungan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, sering sama sekali tidak ada kunjungan dalam sehari di beberapa hari terakhir.

“Drastis sekali,” ujarnya, Selasa (12/12).

Khamid sendiri tidak bisa memperkirakan rata-rata jumlah kunjungan. Sebab pernah dua hari berturut-turut sama sekali tak ada kunjungan di minggu lalu.

Ia menyebut, dulu rata-rata kunjungan di hari Minggu bisa sekitar 30 sampai 35 orang. Namun saat ini jumlah kunjungan tidak bisa diprediksi.

“Kadang hari Minggu diperkirakan agak lumayan tapi malah justru zonk. Itu sering sekali,” kata petugas retribusi Goa Cerme ini.

Meskipun saat ini sedang dalam masa menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), namun hal itu tetap tidak bisa mendongkrak jumlah wisatawan.

Kunjungan di masa libur lebaran dan libur pertengahan tahun 2023 juga tetap minim. Khamid mengungkapkan, saat ini belum ada indikasi akan meningkatnya jumlah kunjungan.

“Dulu waktu masa liburan seperti Nataru biasanya sudah banyak yang menanyakan untuk booking tempat camping. Sekarang ini belum ada,” bebernya.

Ia menilai, turunnya jumlah kunjungan di Goa Cerme disebabkan sejumlah faktor. Seperti akses jalan, parkiran yang sempit, lahan yang tidak luas, dan tidak adanya wahana penunjang.

Selain itu, pengunjung di Goa Cerme juga identik dengan golongan tertentu. Seperti komunitas pecinta alam dan pegiat ritual.

Daya tarik utama dari destinasi ini hanyalah area dalam Goa Cerme sendiri. Sehingga pengunjung yang tidak berani masuk ke dalam sering bingung karena tidak ada fasilitas atau wahana penunjang yang lain.

“Pedagang di dalam juga tidak ada, wisatawan juga banyak yang mengeluhkan akses jalan menuju Goa Cerme,” jelasnya.

Khamid menyebut, Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul juga sudah melakukan komunikasi dengan pengelola terkait pengembangan Goa Cerme.

Dinpar Bantul akan membangun rumah makan di area destinasi tersebut. Namun belum ada perencanaan soal penambahan wahana penunjang.

“Soal akses juga belum ada (komunikasi), padahal akses sudah dikeluhkan dari dulu, tapi tidak ada perkembangan sama sekali,” ucapnya.

Ia berharap jumlah kunjungan di Goa Cerme bisa pulih seperti sebelum masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, dulu Goa Cerme merupakan salah satu destinasi unggulan. Sebelum banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan.

“Mungkin kurang berkembangnya Goa Cerme karena kurangnya penambahan wahana, jadi tertinggal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinpar Bantul, Yuli Hernadi mengatakan, dalam sehari wisatawan yang berkunjung di sana tidak sampai 100 wisatawan.

"Sangat minim kunjungan wisatawan di sana. Saya tidak berani menyebutkan angka pastinya," katanya.

Pihaknya pun tidak mengetahui alasan spesifik terkait landainya kunjungan wisatawan dalam beberapa waktu terakhir.

Padahal, menurutnya, akses jalan ke Goa Cerme sangat mudah dan dapat dijangkau oleh kendaran roda dua maupun roda empat.

"Tapi, memang untuk kendaran bus tidak bisa masuk. Jadi memang wisatawan yang berminat khusus saja yang suka di sana," ucap Yuli.

Minat khusus yang ia maksud adalah wisatawan yang suka berpetualang. Lantaran untuk masuk ke Goa Cerme harus berjalan kaki sekitar dua kilometer. Hal itu yang mungkin diduga membuat wisatawan enggan berkunjung ke Goa Cerme.

“Dan di sana juga ada air," imbuhnya.

Menurut Yuli, Goa Cerme berbeda dengan objek wisata lain. Misalnya Goa Pindul di Gunungkidul. Di Goa Pindul, wisatawan bisa menelusuri goa dengan ban yang bergerak di atas air.

"Jadi, wisatawan di sana (Goa Pindul) masih banyak dibandingkan dengan wisatawan di Goa Cerme," jelasnya.

Guna mendongkrak kunjungan wisatawan di Goa Cerme, pihaknya pun melakukan berbagai upaya. Di antaranya melalui penambahan bangunan joglo dan agenda live music.

Pengembangan itu dilakukan sekaligus untuk menyosong wisatawan pada akhir tahun. Dengan begitu, Goa Cerme bisa menjadi alternatif lain bagi wisatawan saat akan menghabiskan waktu pada akhir tahun 2023.

"Itu kan dikelola Pemkab Bantul. Jadi masih terus kami pertahankan untuk meningkatkan perekonomian setempat,” ungkapnya. (tyo)

 

Editor : Amin Surachmad
#Objek Wisata #Bantul #Goa Cerme