Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Hanya Memburu Keuntungan, Pengelola Destinasi Wisata di Bantul Harus Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

Gregorius Bramantyo • Jumat, 1 Desember 2023 | 22:17 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo.GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA 
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo.GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA 

 

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul mengimbau pengelola destinasi wisata mempersiapkan diri menghadapi musim hujan. Sebab, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir maupun tanah longsor.

Kepala Dinas Pariwasata (Dinpar) Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat edaran terkait upaya antisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi kepada seluruh destinasi wisata.

Saat ini ada sekitar 180 wisata alam terbuka. Di antaranya, terdiri dari lebih 20 wisata air dan lebih dari 15 wisata tebing.

Baca Juga: Pencegahan Kekerasan Dapat Dilakukan dari Keluarga

"Tempat-tempat wisata itu sudah kami imbau untuk melakukan antisipasi musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana banjir (di wisata air) hingga tanah longsor (di wisata tebing)," katanya, Jumat (1/12).

Antisipasi lain yang dilakukan Dinpar Bantul berupa arahan kepada pelaku wisata untuk melakukan pengecekan kondisi tempat wisata.

Selain itu, persiapan antisipasi apabila terjadi bencana hidrometeorologi di setiap tempat wisata.

Pihaknya sudah mengimbau tempat-tempat wisata air seperti di sungai-sungai untuk mewaspadai terjadinya banjir atau arus air yang sangat deras.

Sebab, Kabupaten Bantul  merupakan wilayah yang datarannya lebih rendah dibanding kabupaten/kota lain. “Sehingga air yang mengalir di sungai sering datang dari arah yang datarannya lebih tinggi dari Kabupaten Bantul," ujarnya.

Baca Juga: Kontingen Bantul Sabet Juara Umum Cabor Panjat Tebing di Ajang Gebyar Olahraga Pendidikan 2023

Menurutnya, bencana banjir di sejumlah wisata air dapat berpotensi terjadi ketika hujan datang tanpa waktu jeda dengan intensitas curah yang lebat.

Hingga saat ini, para pengelola tempat wisata di Kabupaten Bantul telah memberikan respons yang baik. Mereka diharapkan melaksanakan arahan dari Dinpar Bantul.

"Imbauan akan selalu kami berikan agar para pelaku wisata di Kabupaten Bantul dapat menyikapi secara bijak dan tidak memaksakan melakukan aktivitas pariwisata yang membahayakan wisatawannya sendiri," ucap mantan Panewu Sewon ini.

Kwintarto meminta para pengelola destinasi wisata untuk bijaksana. Jangan sampai hanya memburu keuntungan semata, lalu memaksakan membuka wisata.

Baca Juga: Heboh! Taylor Swift Akan Jadi Salah Satu Mata Kuliah Resmi Universitas Harvard

Pengelola diminta untuk bisa mengkomunikasikannya dengan wisatawan. Dengan memberikan edukasi yang tepat.

“Misal, lor udan deres, banyu munggah tapi ada booking-an wisatawan, lebih baik di-cancel kalau ada indikasi arus berisiko. Kalau hujan normal monggo, tapi kebijakan di hal seperti itu kami tekankan ke pengelola,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol berharap para pengelola destiniasi wisata untuk turut memperhatikan mitigasi di areanya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Tak Ragu Tetapkan Tersangka, Penanganan Kasus Mafia Pupuk Diminta Tidak Tebang Pilih

“Di wilayah Dlingo bisa saja nanti tiba-tiba nanti ada banjir dan longsor setelah adanya kekeringan yang panjang,” katanya.

Maka dari itu, mulai saat ini pihaknya akan memberi sosialisasi bersama Dinpar Bantul kepada pengelola destinasi wisata. Terutama yang berpotensi rawan banjir dan longsor untuk melakukan mitigasi bencana.

"Hal itu perlu dipikrkan karena banyak wisata-wisata di Bantul yang berada di daerah rawan longsor dan banjir,” tandas mantan pejabat Dinpar Bantul ini. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#dinpar #musim hujan #destinasi wisata