Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

IWAPI Bantul Dorong Ibu Rumah Tangga Jadi Wirausahawan Mandiri

Gregorius Bramantyo • Rabu, 8 November 2023 | 14:19 WIB
KREATIF: Sejumlah ibu rumah tangga sedang mengikuti pelatihan dan bimbingan kewirausahaan di Pasar Seni Gabusan, Bantul, Selasa (7/11). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
KREATIF: Sejumlah ibu rumah tangga sedang mengikuti pelatihan dan bimbingan kewirausahaan di Pasar Seni Gabusan, Bantul, Selasa (7/11). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

 

BANTUL - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bantul menggelar Pelatihan Gerakan 1.000 Srikandi Bangkit dan Berkarya di Pasar Seni Gabusan, Selasa (7/11).

Kegiatan ini merupakan program unggulan DPC IWAPI Bantul yang telah dijalankan sejak tahun 2018.

Program tersebut bertujuan melatih dan memberdayakan para wanita, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Tujuannya agar dapat menjadi wirausahawan yang mandiri secara ekonomi.

Ketua DPC IWAPI Bantul, Erwin Yuniati menyampaikan, pelatihan dan bimbingan tersebut merupakan bagian dari terwujudnya Gerakan 1.000 Srikandi Bangkit dan Berkarya.

Pada tahun ini, ada 300 ibu-ibu yang dilatih dan dibimbing. Nantinya, produk yang dihasilkan akan dipamerkan dalam bazar akhir tahun.

"Tahun depan kami menargetkan memberikan pelatihan kepada para penyandang difabel,” katanya kepada wartawan.

Melalui hal itu, program pelatihan dan bimbingan manajerial tentang kewirausahaan diharapkan mampu berperan aktif dalam mewujudkan Bantul sebagai Kota Kreatif Dunia versi UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul Agus Sulistiyana mengatakan, pihaknya terus berupaya mendukung peningkatan keterampilan masyarakat Kabupaten Bantul dalam berkarya.

Sebab, hal tersebut dinilai bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Bantul. Apabila produk-produk yang dihasilkan oleh ratusan ibu rumah tangga itu laris di pasaran.

"Karena produk-produk yang dihasilkan sangat luar biasa dan sudah siap untuk dipasarkan. Terlebih ketika ada produk hand bouquet. Bantul dan DIY itu ada banyak sekali kampus yang menjadi prospek pemasaran terbuka," katanya.

Baca Juga: Harga Kedelai Impor Naik, DKUKMPP Bantul Berusaha Agar Ada Kedelai Lokal Unjuk Gigi

Dengan begitu, pelatihan dan bimbingan manajerial tentang kewirausahaan yang diinisiasi oleh DPC IWAPI Bantul itu diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dari kalangan ibu-ibu.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Febi Trisiana mengaku pelatihan ini sangat membantu bagi peserta yang memiliki usaha. Pelatihan ini dinilai dapat menambah keterampilan peserta.

"Harus sering didampingi agar bisa jalan sama-sama, bisa menghasilkan ekonomi yang lebih kuat," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, ia didampingi untuk menjahit tas tote bag yang akan digunakan sebagai wadah barang belanja. Latar belakang usaha yang dimilikinya sendiri adalah konveksi kaus. Hal itu membuat dirinya memiliki keterampilan lain dalam membuat produk konveksi lainnya.

"Kalau kresek itu kan sampah. Kita sebisa mungkin harus tidak memproduksi sampah. Pakai tas yang bisa digunakan kembali," ujar Febi.

Ia berharap agar pelaku usaha dapat bersama-sama berjalan dengan pendampingan dari dinas. Hingga pelaku usaha benar-benar dapat berjalan tegak dan mandiri.

"Syukur kalau market-nya nanti diupayakan, jadinya semuanya terkoneksi," harapnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#IWAPI #Bantul