RADAR JOGJA - Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Bantul kembali menggelar Pajak Bantul Award (PBA). Event tahunan itu kali ini digelar di Laguna Pantai Depok Kamis (2/11) malam.
PBA 2023 bertajuk Satu Dasawarsa. Itu menandai sepuluh tahun pengelolaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) oleh pemkab. Sebelumnya, PBB P2 dikelola KPP Pratama.
”Pemkab dalam hal ini BPKPAD mulai menangani PBB P2 sejak tahun 2013," jelas Kepala BPKPAD Bantul Trisna Manurung di sela penyelenggaraan PBA 2023.
Karena itu, Trisna menyebut, ada beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan PBA 2023 dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya lokasi penyelenggaraan.
Menurutnya, baru kali ini PBA digelar di objek wisata. Biasanya di sekitar Bantul kota. Misalnya, Lapangan Trirenggo dan Lapangan Paseban.
”Melalui PBA, BPKPAD ingin ikut mengambil peran turut mendongkrak kunjungan wisata," ucapnya.
Ya, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, event PBA mampu menarik ribuan pengunjung. Contohnya PBA 2022 yang diselenggarakan di Lapangan Trirenggo. Ribuan orang tumplek-blek memadati lapangan yang terletak di depan rumah dinas bupati Bantul itu.
Pejabat yang tinggal di Kapanewon Srabdakan ini pun optimistis event PBA 2023 mampu mendulang kesuksesan. Apalagi, PBA 2023 menghadirkan Gilga Sahid dan Ndarboy Genk sebagai bintang tamu.
”Pelaku UMKM di sekitar Laguna Pantai Depok semoga ikut terdongkrak omsetnya. Parkir pun juga semoga begitu," ungkapnya.
Yang berbeda lagi, BPKPAD meningkatkan berbagai hadiah untuk wajib pajak (WP) PBB P2 dalam momen satu dasawarsa. Yakni, 38 unit sepeda motor. Juga, satu unit mobil Honda Brio sebagai hadiah utama.
Puluhan hadiah istimewa itu, Trisna menegaskan, sebagai bentuk penghargaaan BPKPAD kepada pejuang pembangunan. Khususnya seluruh WP PBB P2.
Di Kabupaten Bantul, Trisna mengungkapkan, BPKPAD membagi jatuh tempo pembayaran PBB P2 menjadi tiga. Yakni, 31 Juli, 31 Agustus, dan 30 September. Pembagian berdasar kapanewon.
Nah, yang berhak mengikuti undian hadiah adalah WP yang membayar PBB P2 lebih cepat. Maksimal satu bulan sebelum jatuh tempo. Sesuai dengan kapanewon masing-masing.
”Kami undi seluruh hadiahnya saat puncak acara PBA," ujarnya.
Baca Juga: Gagalnya Pembangunan Irigasi di Bantul Tak Terkait Langsung Dugaan Korupsi Mantan Mentan SYL
BPKPAD, kata Trisna, juga memberikan apresiasi kepada padukuhan dan kalurahan yang lunas 100 persen dalam pembayaran PBB P2. Juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam tingginya realisasi PBB P2. Misalnya, panewu.
”Hotel, restoran, dan perusahaan advertising yang tertib membayar pajak daerah juga kami berikan apresiasi,” ungkapnya.
Menurutnya, event PBA merupakan bentuk penghargaan BPKPAD kepada seluruh wajib pajak daerah. Sebab, mereka punya andil besar dalam pembangunan di Bumi Projotamansari. Seluruh pajak yang mereka bayar dikembalikan untuk kebutuhan pembangunan. Misalnya, infrastruktur jalan.
”Dengan event semacam ini wajib pajak merasa di-wongke. Sehingga, kesadaran mereka dalam membayar pajak pun tinggi,” katanya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi tingginya kesadaran WP dalam membayar pajak daerah. Dengan itu, WP turut berkontribusi dalam pembangunan.
”Karena pajak daerah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan,” tegasnya.
Karena itu, Halim pun berharap tingginya realisasi pajak daerah tetap terjaga.
”Pajak lunas pembangunan jelas,” katanya. (zam)
Editor : Satria Pradika