BANTUL - Terungkapnya sindikat kasus narkoba yang menggunakan keripik pisang dan happy water ternyata memunculkan babak baru.
Termasuk, beberapa TKP yang tersebar di beberapa titik acak. Salah satunya adalah sebuah rumah di kawasan Pelem, Baturetno, Banguntapan, Bantul.
Salah seorang warga, Yuni, mengatakan, pelaku R kurang lebih baru sebulan lamanya mengontrak di rumah tersebut. Dia tidak menunjukkan ciri-ciri yang aneh dan mencurigakan.
"Gak keliatan aneh dari kesehariannya, memang agak pendiam, mungkin karena baru pindahan kan," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (4/11).
Yuni merinci, ia beberapa kali bertemu dan bertegur sapa dengan pelaku. Itu mengingat lokasi rumah Yuni
memang berdekatan dengan rumah yang dikontrak oleh pelaku.
"Ngobrol, ya, seadanya. Biasanya pas dia beli makan. Soalnya dia jalan kaki," tuturnya.
Disebutnya, dari keterangan pelaku dan berdasarkan data-data yang dihimpun dari RT setempat, pelaku merupakan pendatang dari Jakarta.
"Setahu saya dia orang Jakarta, soalnya pas kontrak kan setor KTP dan berkas lain-lain," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang penjual angkringan yang enggan menyebutkan namanya mengaku cukup sering bertemu pelaku ketika sedang mendatangi angkringannya.
Namun, ia mengungkapkan bahwa tak banyak mengobrol dan mengetahui banyak soal latarbelakang pelaku secara umum.
"Sering beli, sehari bisa dua kali. Tapi, selalu di bungkus gak pernah makan di sini," ujarnya.
Dari yang diingatnya, pelaku sempat ikut dalam perkumpulan rutin RT dan menyebut bahwa ia datang dari kota Jakarta serta berencana untuk memboyong serta keluarganya ke Jogja.
"Ngakunya punya anak empat, istri dan anak-anaknya di Jakarta. Kalau di Jogja sudah sukses, baru keluarganya mau di boyong ke sini," terangnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad