Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekeringan di Bangunjiwo Bantul Cukup Parah, Meski BPBD Sudah Drop 905 Ribu Liter Air Bersih

Gregorius Bramantyo • Jumat, 27 Oktober 2023 | 23:46 WIB
DAMPAK KEMARAU: Personel Tagana Bantul memeriksa pipa saluran air dan tandon saat penyaluran air bersih di Dusun Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul Senin(21/8/23).
DAMPAK KEMARAU: Personel Tagana Bantul memeriksa pipa saluran air dan tandon saat penyaluran air bersih di Dusun Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul Senin(21/8/23).

 

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul masih terus mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, hingga Rabu (25/10), BPBD Bantul sudah menyalurkan 290 tangki ke daerah terdampak kekeringan.

Rinciannya adalah 90 tangki dari BPBD Bantul dan 200 tangki dari donasi.

“Hingga saat ini droping air ada di 10 kapanewon, 19 kalurahan dan 50 dusun,” katanya saat dihubungi, Jumat (27/10).

Antoni menyebut, Kalurahan Bangunjiwo adalah salah satu wilayah yang terdampak kekeringan cukup parah.

Selain Kalurahan Terong di Kapanewon Dlingo, Kalurahan Bangunjiwo sendiri sudah mendapatkan distribusi air bersih sebanyak 905 ribu liter.

"Sementara jumlah air bersih yang terdistribusi di Kalurahan Terong sekitar 1,5 juta liter," jelasnya.

Lurah Bangunjiwo Parja menjelaskan, ada dua padukuhan di Kalurahan Bangunjiwo terdampak kekeringan cukup parah. Sehingga harus menerima bantuan droping air bersih. Dua padukuhan itu adalah Petung dan Bangen.

“Sumber air dari sumur dalam dan sendang di dua padukuhan itu kering,” ujarnya.

Sementara itu, padukuhan lainnya di Bangunjiwo sudah teratasi oleh air dari PDAM dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang debitnya masih mencukupi.

Droping air untuk Padukuhan Petung dan Bangen sendiri sudah dimulai sejak September kemarin. “Paling banyak di Petung,” ucap Parja.

Di Padukuhan Petung sendiri ada empat RT, di mana masing-masing RT mendapat rata-rata satu tangki air bersih. Sementara untuk Padukuhan Bangen, sumber airnya menggunakan sendang.

“Kebetulan kalau kemarau debit airnya tidak mencukupi,” imbuhnya.

Ia menyebut, di Padukuhan Petung sendiri sebenarnya sudah terdapat Pamsimas. Namun, airnya diambil dari sumur dalam.

Sementara sumur dalam tersebut ketika kemarau seperti saat ini debit airnya kurang dan tidak mencukupi.

“Jadi, terpaksa kami harus mendatangkan droping air bersih,” katanya.

Selain mendapatkan air bersih dari BPBD Bantul, dua padukuhan itu juga menerima droping air bersih dari sejumlah pihak yang berdonasi.

Pemerintah Kalurahan Bangunjiwo sendiri sebenarnya memiliki anggaran khusus untuk menangani kekeringan. Anggaran yang digunakan untuk menangani kekeringan di Bangunjiwo sebesar Rp 50 juta.

“Sebagian sudah digunakan. Karena setiap hari kebutuhannya minimal empat tangki,” ungkapnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#kabupaten bantul #BPBD #air bersih