Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Okupansi Hotel Bantul Hanya 30 Persen

Gregorius Bramantyo • Jumat, 13 Oktober 2023 | 16:35 WIB
TETAP RAMAI: Wisatawan menaiki kuda wisata saat berkunjung di Pantai Parangtritis, Bantul.
TETAP RAMAI: Wisatawan menaiki kuda wisata saat berkunjung di Pantai Parangtritis, Bantul.

 

RADAR JOGJA - Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kabupaten Bantul saat ini tergolong rendah. Berkisar antara 20-30 persen. Hal itu disebabkan karena pada September dan Oktober memasuki masa low season. Landainya tingkat hunian itu terjadi sejak akhir September lalu.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra mengatakan, saat September dan Oktober, tak memiliki banyak agenda hari libur atau tanggal merah. “Mudah-mudahan saja tingkat okupansi bisa berubah sampai minimal 50 persen,” katanya saat dihubungi Kamis (12/10).


Kondisi low season, lanjutnya, tidak hanya terjadi pada sektor perhotelan. Namun sektor lain seperti transportasi dan usaha kuliner yang juga menghadapi kondisi serupa. Namun kunjungan di sektor transportasi dan kuliner tidak terlalu landai seperti perhotelan. “Kunjungan di dua sektor itu masih baik, di angka 40-50 persen di akhir pekan,” ujarnya.


Hendra menjelaskan, tren selama September-Oktober memang relatif landai namun stabil. Belum ada kenaikan yang terlalu signifikan. Meskipun kunjungan ke Bantul masih tergolong tinggi, namun tingkat length of stay wisatawan rendah.


Hal ini lantaran tak banyak tawaran pilihan hotel di Bantul. Hanya beberapa hotel saja seperti yang berada di area Bantul utara, yang berbatasan dengan Kota Jogja. “Itu pun juga tidak mempengaruhi karena mereka punya segmennya sendiri,” ucapnya.


Meski demikian, usaha perhotelan masih mendapat pemasukan dari sektor lain. Seperti persewaan tempat dan food and beverages (FnB). Selain itu, saat ini hotel masih mendapat pemasukan dari kegiatan meeting dan kunjungan. “Jadi untuk FnB masih berjalan. Namun untuk kamar atau hunian masih rendah,” jelasnya.


Meski begitu, dia memprediksi tingkat hunian hotel di Kabupaten Bantul bisa mulai meningkat di akhir November. Hal itu dipengaruhi karena masa tersebut menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru, serta liburan sekolah.


Dia juga berharap, organisasi perangkat daerah bisa melakukan promosi untuk mendongkrak jumlah hunian hotel. “Misalnya dinas pariwisata yang dapat berpromosi di daerah lain untuk mengenalkan wilayah Bantul beserta akomodasi dan transportasinya,” sarannya.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut, kunjungan wisatawan di Bantul saat ini masih berada di kisaran angka 70-80 persen. Tingkat kunjungan di hari biasa juga belum mencapai level yang diharapkan. Sebelum pandemi, tingkat kunjungan di luar low season berada di angka 2.000-3.000 pengunjung. “Jarang berada di bawah angka 2.000,” jelasnya.


Menurutnya, saat ini, angka kunjungan biasanya berada di angka sekitar 1.600 pengunjung. “Kalau high season pas ada libur cuti bersama biasanya angka-angka itu menumpuk di atas 15 ribu pada akhir pekan,” tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#Bantul #okupansi hotel #phri #food and beverages