RADAR JOGJA – Sampah-sampah kembali berserakan di ruas Jalan Bugisan Selatan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kamis (5/10). Bahkan sampah yang berserakan tersebut meluber hingga ke tengah jalan.
Seorang penjaga Toko Kayu Sumitro, Tri (49) mengaku keberadaan sampah-sampah ini sangat mengganggu. Sebab titik pembuangan sampah itu hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat kerjanya. "Dari sini saja sudah kecium bau sampah itu," katanya.
Menurutnya, sebelumnya pernah ada beberapa warga yang membuang sampah sembarangan di depan tokonya. Jadi setiap pagi, Tri mengambil sampah itu lalu membakarnya. “Tapi sekitar dua bulan terakhir ada tumpukan sampah di sebelah tempat kami ini ," imbuhnya.
Tri mengaku tak mengetahui secara pasti siapa oknum pembuang sampah sembarangan tersebut. Namun ia menyebut bahwa pernah ada oknum yang tertangkap basah dan hampir dikeroyok oleh warga setempat. Saat membuang sampah di tempat tersebut.
Ketua RT 06 Padukuhan IV Plurugan, Eddy Setiyo Probo mengatakan, pihaknya bersama sejumlah warga, jaga warga dan RT pernah melakukan menangkap pelaku pembuangan sampah. Ada tiga orang yang pernah ditangkap. Ada warga dari Kota Jogja dan Kabupaten Bantul . “Itu semua langsung disuruh tanda tangan di atas materai dan didenda uang," ujar Eddy.
Nominal denda itu sebesar Rp 500 ribu per orang. Uang denda tersebut akan dialihkan untuk membersihkan sampah berserakan yang berserakan tersebut. Sebab selama ini yang membersihkan sampah-sampah yang berserakan tersebut adalah warga.
Dia berharap kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran soal mengelola sampah. Juga agar selalu mematuhi aturan yang ada. Karena pembuangan sampah secara sembarangan dapat merugikan orang di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah sembarangan. “Bareng-bareng jaga lingkungan, jangan asal buang sampah. Karena sampah itu tanggung jawab masing-masing, jangan sampai merugikan orang lain,” harapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ari Budi Nugroho mengungkapkan, kondisi seperti itu telah berlangsung lama. Sejak permasalahan sampah di Bantul mengalami kenaikan yang tinggi. Ia menambahkan, dari sisi estetika, pembuangan sampah tersebut sangat tidak enak dipandang. Terlebih bau-bau yang menyengat. Hal itu tentunya akan mengganggu orang yang tidak pernah bersinggungan dengan sampah. Karena bau sampah sendiri sangat bervariasi. “Jika orang yang tidak terbiasa pasti akan mengeluhkan adanya bau yang menyengat. Sehingga sebisa mungkin kami melakukan OTT. Cuma timingnya sejauh ini belum pas,” katanya.
OTT yang dilakukan ini bekerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk perangkat daerah, dan Satpol PP untuk menindak tegas pembuang sampah sembarangan. Sebab bagaimanapun, wilayah Bugisan termasuk wilayah grey area. Sehingga proses operasional tersebut dilakukan bersama agar kasus pembuangan sampah sembarangan dapat berkurang. (tyo)