Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Halim: Hanya Ditumpuk, TPST Piyungan Dibuka Bukan Solusi

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 September 2023 | 04:41 WIB

 

 

TERUS DIKERJAKAN: Suasana TPST Piyungan Bantul zona transisi 2 Minggu (3/9/23). Pembangunan baru mencapai 74 persen.
TERUS DIKERJAKAN: Suasana TPST Piyungan Bantul zona transisi 2 Minggu (3/9/23). Pembangunan baru mencapai 74 persen.

RADAR JOGJA – Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan kembali dibuka mulai Rabu (6/9). Pembukaan itu seusai dilakukan penutupan sementara oleh Pemnprov DIJ mulai 23 Juli hingga 5 September 2023.

 

Menanggapi dibukanya kembali TPST Piyungan, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan tidak akan menghentikan perbaikan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten Bantul. Sebab pembukaan TPST Piyungan hanya bersifat sementara karena masih menggunakan cara lama yaitu sanitary landfill. “Sampah hanya ditumpuk, lama kelamaan akan penuh. Pada akhirnya akan ada darurat sampah lagi kalau kita hanya menggunakan TPST Piyungan,” katanya Selasa (5/9).

 Baca Juga: HB X  Izinkan TKD untuk Selesaikan Sampah, TPST Piyungan Dibuka tapi dengan Pembatasan

Ia mengatakan, Pemkab Bantul tidak akan menghentikan langkah untuk mewujudkan Bantul bersih sampah pada 2025 secara mandiri dengan mencapai target. Yakni bahwa sampah harus selesai di desa dan sampah tidak keluar dari desa. Kecuali sampah-sampah yang berada di ruang publik yang memang harus dibersihkan. “Maka Pemkab Bantul pun membangun TPST di Modalan, Niten, dan nanti akan diselesaikan yang di Murtigading,” ujarnya.

 

Halim menginstruksikan kalurahan hingga padukuhan untuk memanfaatkan dana Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (P2BMP) untuk membuat pengelolaan sampah yang tuntas di dusun. Caranya masing-masing rumah tangga membuat jugangan sampah organik untuk menanam sisa-sisa makanan. Jika tidak memiliki lahan yang cukup, padukuhan diminta membuat jugangan komunal khusus untuk rumah tangga yang tidak memiliki lahan untuk jugangan. “Sampah anorganik dipilah satu persatu, nanti banyak yang beli untuk didaur ulang. Tinggal memikirkan sampah residual, di mana itu tugas Dinas Lingkungan Hidup untuk membakarnya habis dengan teknologi sederhana,” jelasnya.

 Baca Juga: Pendapatan Turun Drastis, Pemulung TPST Piyungan Senang Rencana Dibuka Lagi

Ia menilai, jika skenario itu berjalan, maka TPST Piyungan tak lagi dibutuhkan dalam jangka panjang. Tapi mungkin masih akan menggunakan TPST Piyungan dalam jangka pendek. “Daripada kita menggantungkan metode sanitary landfill yang pasti akan menggunung, lebih baik kita belajar membuat suatu budaya baru pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, lebih permanen dan memiliki masa depan,” pesannya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho menjelaskan, Kabupaten Bantul pada saat ini hanya mendapatkan kapasitas pembuangan sampah ke TPST Piyungan sebanyak 90 ton per hari. Padahal biasanya, Kabupaten Bantul mampu membuang sampah ke TPST Piyungan sekitar 140-160 ton per hari. "Kami upayakan hanya sampah residu yang dibuang (dari Kabupaten Bantul ke TPST Piyungan)," katanya. (tyo)

Editor : Heru Pratomo
#TPST #Sampah #Piyungan #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih