RADAR JOGJA - Kepergian Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Prof Timbul Raharjo meninggalkan mendalam bagi seluruh civitas kampus. Terbukti dari berjubelnya dosen dan mahasiswa dalam upacara penghormatan terakhir di gedung Rektorat ISI Jogjakarta, Rabu siang (6/9).
Di mata koleganya, Timbul Raharjo terkenal sebagai seorang akademisi dan juga seniman. Perpaduan inilah yang kerap dibawa dalam kehidupan kampus sebagai bekal pengetahuan.
Rektor ISI Jogjakarta periode 2015-2019 dan 2019-2023 Agus Burhan menegaskan sosok Timbul Raharjo adalah perpaduan ideal antara dunia pendidikan, kesenian dan industri. Itulah mengapa Timbul terpilih sebagai Rektor ISI Jogjakarta periode 2023-2027.
“Pak Timbul dikenal sebagai kriyawan yang andal, bukan hanya seniman hasilkan karya yang baik, beliau punya dimensi untuk kembangkan enteprenuership yang sangat kuat, lalu jaringan kerja sangat luas, bukan hanya untuk karya seninya tapi juga di Kementerian di pemerintahan lalu sesama pengusaha juga,” jelasnya ditemui di Gedung Rektorat ISI Jogjakarta usai seremonial penghormatan terakhir kepada Timbul Raharjo, Rabu (6/9).
Sosok Timbul Raharjo lahir di Kasihan, Bantul pada 8 November 1969. Riwayat pendidikannya lulus dari Prodi Kriya Logam ISI Jogjakarta pada 1992, lulus Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Magister UGM Jogjakarta pada 2000. Lalu pada 2008 lulus dengan Predikat Cumlaude dari Program Studi Ilmu Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Program Doktor Sekolah Pascasarjana UGM Jogjakarta.
Sebagai tenaga pengajar menduduki jabatan Ketua Prodi Kriya Seni pada 2000. Selanjutnya pada 2002 menjabat Sekretaris Jurusan Kriya. Medio 2010-2014 menjabat Kepala UPT Galery, lalu 2012-2016 sebagai Ketua Program Magister Tata Kelola Seni Program Pascasarjana ISI Jogjakarta.
Pada 2016-2020 menjabat Pembantu Dekan III Fakultas Seni Rupa ISI Jogjakarta dan menjadi Ketua Jurusan S-1 Program Studi Tata Kelola Seni Fakultas Seni Rupa ISI Jogjakarta medio 2018-2020. Jabatannya lalu meningkat menjadi Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Jogjakarta Periode 2020-2024 dan per 13 April 2023 sebagai Rektor ISI Jogjakarta periode 2023-2027.
“Prof Timbul Raharjo sebagai pimpinan, sebagai seniman selama ini kita kenal punya reputasi yang sangat baik terutama di bidang kriya dan enterpreneurship. Selain itu juga beliau sebagai akademisi yang produktif. Beliau kita kenal karir dalam tugas tambahan berjenjang dari ketua jurusan, lalu pembantu dekan, sampai rektor, bukti beliau punya leadership yang sangat baik,” katanya.
Meski baru empat bulan menjabat Rektor ISI Jogjakarta, Burhan menilai arah kebijakan Timbul Raharjo telah terlihat. Setelah kepergiannya Burhan memastikan seluruh program akan tetap berjalan. Tentunya menjadi tugas bersama jaajaran civitas akademisi ISI Jogjakarta.
“Program akan dilanjutkan, ISI menyongsong tata kelola menuju BLU. Sepeninggal Prof Timbul, pimpinan lain akan menyiapkan tata kelola yang baru itu,” ujarnya.
Ditanya tentang riwayat kesehatan, Burhan mengakui Timbul Raharjo ada sejumlah catatan. Diantaranya pernah menderita stroke namun berhasil pulih. Terbaru adalah kendala jantung dan sempat melakukan pemasangan ring pada katup jantung.
“Saat kemarin itu beliau dalam perjalanan dinas lalu sakit dan dirawat di Bethesda, kemudian dirawat lagi di Sardjito. Untuk pemakaman di makam keluarga di Kasongan,” katanya. (dwi)