BANTUL - Seniman cum rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Timbul Raharjo berpulang pada usia 54 tahun. Seniman yang populer dengan karya Patung Singa ini dimakamkan di makam keluarga Tirto di Kalurahan Bangunjiwo, Sewon, Bantul, pada Rabu (6/9/2023).
Timbul Raharjo meninggal pada Selasa (5/9/2023) sekitar pukul 17.20 WIB di RSUP Dr Sardjito. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Gedung Rektorat ISI Jogja. Keluarga, kerabat dan ribuan mahasiswa mengiringi kepergian seniman yang berjasa besar dalam pengembangan industri kreatif di Bantul.
Pembantu Rektor I ISI Jogjakarta Irwandi pada prosesi pelepasan jenazah mengatakan sosok Timbul Raharjo semasa hidup dikenal sebagai seorang akademisi sekaligus seniman yang hebat. Timbul juga seorang entrepreneur handal bidang ekonomi kreatif.
"Sebagai seorang akademisi beliau merupakan akademisi yang produktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah dan menulis berbagai publikasi. Hasil riset Timbul banyak dipublikasikan di jurnal internasional," jelasnya.
Kemampuan beliau sebagai akademisi bidang seni diakui baik di level nasional dan internasional. Atas hal itu, Timbul sering menjadi narasumber pada workshop dan seminar baik di dalam maupun di luar negeri.
"Pada tanggal 13 sampai 17 September mendatang beliau seharusnya pergi ke Shanghai, Cina untuk menjadi salah satu narasumber pada The 3rd International (Shanghai) Art and Science Forum, namun saya suratan takdir berkata lain," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan Timbul Raharjo dikenal sebagai pimpinan sekaligus rekan kerja yang ceria. Timbul juga dikenal baik hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
"Berulangnya beliau ke haribaan Tuhan, tentu membuat kami kehilangan sosok pimpinan, rekan kerja, seniman sekaligus sahabat yang kerap menjadi inspirasi dan berbagi energi positif kepada orang-orang yang ada di sekitar beliau," ujarnya.
Timbul Raharjo dikenal sebagai seniman kriya yang ulung. Karya-karya dalam bentuk patung dan keramik banyak dijumpai di ruang publik.
Diantaranya Pantung Singa di Sleman City Hall, Patung Jenderal Soedirman, dan Pangeran Diponegoro di Bantul serta Patung Biola WR Supratman Purworejo di Art Centre Purworejo Jawa Tengah. (lan)
Editor : Amin Surachmad