RADAR JOGJA – Kelompok Karawitan Lalita Swara Gereja Kristen Jawa (GKJ) Canden kini bisa bernapas lega. Mereka tak perlu lagi repot-repot meminjam seperangkat gamelan. Itu setelah kelompok karawitan yang berusia enam tahun ini menerima bantuan hibah seperangkat gamelan.
”Biasanya kami meminjam kepada salah satu dosen ISI (Institus Seni Indonesia) Jogjakarta ketika berlatih atau ada kegiatan,” jelas Ketua Lalita Swara Yulius di sela penyerahan bantuan di GKJ Canden Sabtu (2/9).
Menurutnya, seperangkat gamelan akan ditempatkan di GKJ Canden. Nantinya akan digunakan melantunkan gending-gending kerohanian berbahasa Jawa dalam setiap peribadatan.
”Ke depan akan gunakan juga untuk mengembangkan kesenian dan kebudayaan di masyarakat,” ucapnya.
Berapa anggota Lalita Swara? Yulius menyebut ada 40 orang. Perinciannya, 15 pengrawit dan 25 wiro swara. Saat ini, mereka dipersiapkan untuk tampil di event tahunan parade gending rohani. Apalagi, mereka telah memiliki seperangkat gamelan sendiri.
Karena itu, Yulius berterima kasih kepada Kundho Kabudayan DIJ dan Anggota Fraksi PKS DPRD DIJ Amir Syarifudin. Lantaran politikus PKS Kelahiran Pedukuhan Banyakan, Sitimulyo, Piyungan, itulah yang mengupayakan pengajuan bantuan hibah.
”Beliau dan dinas kebudayaan yang merealisasikan mimpi-mimpi kami,” ujarnya semringah.
Menurut Amir, bantuan hibah itu merupakan aspirasinya. Itu sepenuhnya untuk mendukung kesenian di GKJ Canden. Lantaran Karawitan Lalita Swara belum memiliki seperangkat gamelan sendiri.
”Padahal, usia Lalita Swara sendiri sudah enam tahun sekarang,” katanya.
Bagi Amir, pemberian bantuan hibah juga sebagai upaya untuk merajut sekaligus merawat kebhinekaan.
”Bangsa kita sangat beragam. Keberagaman itu wajib kita jaga bersama-sama,” pesannya. (zam)
Editor : Heru Pratomo