Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Pantai Parangkusumo, Tari Ciptaan KPH Yudanegara Pecahkan Rekor MURI

Gregorius Bramantyo • Minggu, 27 Agustus 2023 | 13:25 WIB

 

PUSAT MONTRO; Ribuan siswi serempak membawakan Tari Montro di Pantai Parangkusumo, Bantul, Sabtu (26/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
PUSAT MONTRO; Ribuan siswi serempak membawakan Tari Montro di Pantai Parangkusumo, Bantul, Sabtu (26/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA – Pantai Parangkusumo Bantul dipdati ribuan siswi SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bantul. Bukan untuk berwisata. Tapi bersama-sama menarikan Tari Montro. Salah sau kesenian khas Kabupaten Bantul. Diciptakan oleh KPH Yudanegara, menantu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII untuk sarana dakwah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad.

Tari yang dilakukan secara kolosal itu berhasil memecahkan rekor MURI penari terbanyak kategori Tari Montro. Para penari berbaris memanjang ke belakang di pinggir pantai. Sembari mengenakan peci hitam dan kaos putih dengan memegang atribut tari yakni kipas tangan. Selama enam menit mereka tangan para penari mengayunkan kipas secara serentak. Mengikuti alunan musik yang mengiringi.

Notaris Kabupaten Bantul Desy Widyasari mencatat pecahnya rekor Tari Montro dengan jumlah lebih dari sepuluh ribu peserta di Kabupaten Bantul. "Sehubungan dengan itu, saya nyatakan dalam dokumen notaris guna dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia (MURI) serta pemberian penghargaan plakat," ujarnya saat pengumuman pecah rekor MURI.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengucapkan rasa syukur dan bangga melihat puluhan ribu peserta terdiri dari siswi SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bantul melaksanakan tari Montro. Sekaligus mengukuhkan Kabupaten Bantul sebagai pusat kesenian. Ia mengatakan, Bantul adalah daerah yang memiliki infrastruktur seni yang luar biasa.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa siswi SMA-SMK dan MA sertaguru khususnya guru kesenian yang telah melakukan pembinaaan, mendampingi, dan menyukseskan pengembangan seni dan tradisi di sekolah. “Terima kasih kalian memang luar biasa,” paparnya.

parangksuumBaca Juga: Abdi Dalem Surakarta Gelar Labuhan di Parangkusumo

Halim menjelaskan, Tari Montro adalah tarian yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda khas Bantul. Pihaknya sengaja mengajak para pelajar untuk turut melestarikan tari yang sarat makna itu. Serta mengajak pelajar berkegiatan positif.

Oleh karena itu, Tarian Montro dengan puluhan ribu peserta merupakan deklarasi ke seluruh dunia bahwa Bantul adalah kota seni. Juga, menjadi pusat pengembangan seni yang berpengaruh di Indonesia. "Karena Tari Montro ini tari endemik, tarian khas Bantul yang memiliki pesan-pesan religi. Isinya pesan-pesan moral, religi, berbuat baik kepada Tuhan dan manusia," jelas Halim.

Tari Montro sendiri merupakan perpaduan antara gending gamelan, salawatan, serta tarian yang merupakan warisan budaya tak benda milik Kabupaten Bantul. (lan/tyo/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Bantul #Tari Montro #parangkusumo