Makam Udin Dekat Rumah Dinas Bupati Bantul, Istrinya: Semoga Perjuangan Mas Udin Menjadi Inspirasi Wartawan
Gregorius Bramantyo• Jumat, 18 Agustus 2023 | 03:08 WIB
BERJUANG: Koalisi Pegiat HAM Jogjakarta berziarah ke makam Udin di Dusun Gedongan, Kalurahan Trirenggo, Bantul, Kamis (17/8). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
BANTUL - Wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin telah tiada 27 tahun silam. Sudah lebih dari seperempat abad.
Udin tewas akibat penganiayaan oleh orang tak dikenal di rumah kontrakannya pada 16 Agustus 1996 silam. Kematian Udin diduga kuat berhubungan dengan tulisan-tulisannya yang kritis terhadap pemerintahan.
Makam Udin berada persis di sebelah kiri pintu gerbang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gedongan, Kalurahan Trirenggo, Bantul. Nisannya dari marmer putih. Nama serta tanggal lahir dan wafatnya dipahat pada batu nisan dengan diberi warna hitam yang kini nyaris pudar.
Di tembok sebelah makam Udin, terbentang spanduk berwarna merah dan putih. Di bagian atas tertulis peringatan tanggal kematian Udin. Sementara di bagian bawah, tertulis seruan peringatan bahwa kasus Udin belum tuntas.
Kedua orang tua Udin, Duchori alias Wagiman Jenggot dan Mujilah juga dimakamkan di sana. Tepatnya di sisi timur makam Udin.
Lokasi makam itu hanya berjarak sekitar seratus meter dari rumah orang tua Udin. Selain itu, makam Udin shanya berjarak setengah kilometer dari rumah dinas bupati Bantul. Cukup dekat.
Koalisi Pegiat HAM Jogja berziarah ke makam Udin Kamis (17/8). Hadir pula Marsiyem, istri mendiang Udin.
Koordinator Koalisi Pegiat HAM Jogjakarta Tri Wahyu menyatakan teringat perkataan mendiang Duchori alias Wagiman Jenggot, ayahanda almarhum Udin. Wagiman pernah berkata bahwa kematian Udin tentunya sudah menjadi takdir Tuhan.
Namun, sebelum Wagiman meninggal, ia ingin mengetahui siapa pelaku pembunuhan anaknya. Termasuk aktor intelektual di belakangnya.
"Itu yang kemudian kami pandang bahwa keadilan ditunda 27 tahun, ya keadilan jadi hilang,” tandasnya.
Sementara Marsiyem, istri Udin, berterima kasih kepada Koalisi Pegiat HAM Jogjakarta yang setiap tahunnya selalu ziarah di makam mendiang suaminya. Ia berharap agar kejadian yang menimpa Udin tidak terulang kembali.
"Semoga perjuangan Mas Udin bisa menjadi inspirasi bagi wartawan-wartawan saat ini," harapnya. (tyo)