BANTUL - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan membuat sampah mengalami penumpukan di rumah atau sekitar tempat tinggal. Kondisi itu berpotensi membawa berbagai penyakit. Dinas Kesehatan Bantul pun meminta masyarakat untuk waspada.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Bantul Samsu Aryanto mengatakan, timbunan sampah berpotensi menjadi sarang hewan seperti nyamuk dan tikus. Kedua hewan tersebut merupakan pembawa penyakit leptospirosis, malaria, dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Samsu melanjutkan, potensi penyakit lain yang timbul karena sampah yang menumpuk juga diketahui menyebabkan penularan penyakit berbasis lingkungan. Seperti diare dan cacingan. Di samping itu, masyarakat pun akan menghadapi bau yang tidak sedap jika sampah menumpuk di sekitar tempat tinggal.
"Selain itu lindi (air yang dihasilkan dari pembusukan sampah) juga bisa mencemari sumber air," ujar Samsu kepada Radar Jogja, Selasa (25/7).
Menghadapi kondisi selama penutupan TPA Piyungan, Samsu pun mengimbau agar masyarakat bisa mengelola sampah rumah tangganya secara mandiri. Yakni dengan memisahkan sampah organik dengan non organik.
Adapun upaya untuk sampah non-organik bisa didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Sementara untuk sampah organik, tindakan yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan menimbunnya didalam tanah supaya terurai.
"Jika sampah dipilah dan diolah maka berbagai penyakit pun bisa dicegah," pungkas Samsu. (inu)