Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, pelatihan ini bertujuan agar produk yang dihasilkan layak ekspor. Selain itu, jangkauan pasar pembeli bisa lebih luas. "Dinas pariwisata lebih ke bentuk atau pemasaran atau marketingnya," katanya.
Kabupaten Bantul, lanjut Kwintarto, juga akan menuju ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Agar produk para pelaku ekraf Bantul bisa dibawa ke tingkat nasional hingga internasional. "Untuk para pelaku ekonomi kreatif mulai sekarang diharap jangan sungkan melabelkan produknya beralamatkan Bantul," tegasnya.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata Dispar Bantul Joko Surono mengatakan, peserta yang diundang dalam pelatihan berjumlah 35 orang selama tiga hari. Mereka sudah dipilih dengan beberapa kriteria untuk bersama-sama ikut memajukan program ekraf Kabupaten Bantul. Nantinya akan dipilih lima peserta untuk didampingi oleh Dispar Bantul. Sedangkan yang tidak lolos, akan tetap dipantau. "Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan tingkat ekonomi kerakyatan Kabupaten Bantul," tegasnya.
Peserta dari Bakulan, Bantul Siti Haida Hutagaol berharap, bisa memasarkan produknya di luar Bantul setelah mengikuti pelatihan tersebut. "Kalau tadinya pasarnya cuma ada di Bantul, nantinya jangkauan lebih luas," ujar Siti. (cr2/eno) Editor : Editor Content