Kanit Lantas Polsek Piyungan Iptu Giyarto mengatakan, didirikannya tenda atau pos pantauan arus lalu lintas itu merupakan tindak lanjut dari Ditlantas Polda DIJ. Sebagai upaya kepolisian dalam membantu kelancaran lalu lintas pada lokasi yang sedang terjadi bencana.
Giyarto menerangkan, adanya posko tersebut juga sebagai bentuk kesiapsiagaan anggota polisi untuk memantau kendaraan yang melintas di titik tanah longsor. Sehingga kemudian tercipta keamanan dan kelancaran lalu lintas. “Meskipun jalan di lokasi bencana hanya bisa dilalui satu lajur kendaraan,” ucapnya kemarin (3/11).
Kehadiran posko diharapkan dapat membuat polisi cepat untuk melakukan pengaturan lalu lintas ketika terjadi kemacetan. Di sisi lain, petugas juga mengimbau masyarakat agar menghindari jalan tersebut agar tidak terjadi penumpukan antrian kendaraan.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar mencari jalan alternatif lain. Bila terpaksa melewati jalan ini, diharapkan berhati-hati", ujar Giyarto.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Bantul Iptu Fikri Kurniawan juga meminta agar masyarakat memanfaatkan jalur-jalur alternatif. Adapun beberapa jalur alternatif yang direkomendasikan, diantaranya jalur Sambeng-Cawas jika menggunakan kendaraan besar dengan muatan lebih dari 30 ton. Kemudian untuk bus pariwisata dan truk muatan di bawah 30 ton diarahkan tetap melewati jalur utama Jogja-Wonosari namun harus mematuhi sistem buka tutup jalan.
Sementara untuk kendaraan kecil, alternatif yang disarankan polisi adalah melewati jalur Getas (Playen) - Dlingo dan Jalur Panggang - Siluk. Kedua jalur tersebut merupakan jalan tembus ke wilayah kapanewon Imogiri yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat jenis mobil pribadi. (inu/bah)
Editor : Editor Content