Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Janin Lima Bulan Dibuang di Pantai Parangkusumo

Editor Content • Kamis, 29 September 2022 | 18:48 WIB
EVAKUASI: Petugas Polres Bantul saat melakukan olah kejadian tempat perkara penemuan jasad bayi di Pantai Parangkusumo kemarin (28/9).(DOKUMENTASI HUMAS POLRES BANTUL)
EVAKUASI: Petugas Polres Bantul saat melakukan olah kejadian tempat perkara penemuan jasad bayi di Pantai Parangkusumo kemarin (28/9).(DOKUMENTASI HUMAS POLRES BANTUL)
RADAR JOGJA - Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Kabupaten Bantul. Kali ini lokasinya berada di Pantai Parangkusumo, Kretek. Namun, yang dibuang merupakan jasad bayi belum lahir atau janin berusia sekitar lima bulan.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, penemuan janin pertama kali ditemukan oleh seorang ojek online bernama Endri Purnomo, 54, kemarin (28/9) sekitar pukul 05.30. Saat itu, Endri bersama rekannya sedang berjalan-jalan di pinggir pantai. Melihat benda tergeletak di pinggir pantai, justru yang ditemukan adalah jasad bayi. Berjenis kelamin laki-laki, dengan panjang 26 sentimeter dan berat 500 gram. “Saksi pertama kemudian memanggil saksi kedua untuk kemudian dilaporkan kepada petugas polisi,” ujar Jeffry dalam keterangannya.

Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan bersama petugas puskesmas, diketahui bayi baru dilahirkan. Sekitar tiga jam sebelum ditemukan, atau pukul 02.00. Disinggung tentang apakah jasad bayi tersebut merupakan korban aborsi. Mantan kasi humas Polres Kulonprogo itu mengaku masih belum dapat memastikan. "Kami belum bisa memastikan bayi yang ditemukan hasil aborsi atau tidak. Kami masih menunggu hasil dari pihak medis (RS Bhayangkara, Red)," bebernya.

Diketahui, kasus pembuangan bayi pada bulan ini tak hanya terjadi sekali. Pekan lalu atau tepatnya pada Kamis (22/9) pukul 15.00, bayi berjenis kelamin perempuan juga ditemukan di pematang sawah Bulak Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon.

Jeffry mengatakan, penemuan bayi yang masih dalam kondisi hidup itu pertama kali diketahui oleh seorang masyarakat bernama Kasdiyo, 70. Warga Srandakan yang tengah mencari rumput itu menemukan bayi hidup berselimut kain dan mengenakan popok. Kuat dugaan bayi itu dibuang karena tidak ingin dirawat oleh orang tuanya. "Untuk saat ini bayi tersebut masih berada di rumah sakit dan kami terus berupaya melakukan pencarian terhadap orang tuanya," beber Jeffry. (inu/eno) Editor : Editor Content
#pantai parangkusumo