Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, penemuan janin pertama kali ditemukan oleh seorang ojek online bernama Endri Purnomo, 54, kemarin (28/9) sekitar pukul 05.30. Saat itu, Endri bersama rekannya sedang berjalan-jalan di pinggir pantai. Melihat benda tergeletak di pinggir pantai, justru yang ditemukan adalah jasad bayi. Berjenis kelamin laki-laki, dengan panjang 26 sentimeter dan berat 500 gram. “Saksi pertama kemudian memanggil saksi kedua untuk kemudian dilaporkan kepada petugas polisi,” ujar Jeffry dalam keterangannya.
Usai dilakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan bersama petugas puskesmas, diketahui bayi baru dilahirkan. Sekitar tiga jam sebelum ditemukan, atau pukul 02.00. Disinggung tentang apakah jasad bayi tersebut merupakan korban aborsi. Mantan kasi humas Polres Kulonprogo itu mengaku masih belum dapat memastikan. "Kami belum bisa memastikan bayi yang ditemukan hasil aborsi atau tidak. Kami masih menunggu hasil dari pihak medis (RS Bhayangkara, Red)," bebernya.
Diketahui, kasus pembuangan bayi pada bulan ini tak hanya terjadi sekali. Pekan lalu atau tepatnya pada Kamis (22/9) pukul 15.00, bayi berjenis kelamin perempuan juga ditemukan di pematang sawah Bulak Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon.
Jeffry mengatakan, penemuan bayi yang masih dalam kondisi hidup itu pertama kali diketahui oleh seorang masyarakat bernama Kasdiyo, 70. Warga Srandakan yang tengah mencari rumput itu menemukan bayi hidup berselimut kain dan mengenakan popok. Kuat dugaan bayi itu dibuang karena tidak ingin dirawat oleh orang tuanya. "Untuk saat ini bayi tersebut masih berada di rumah sakit dan kami terus berupaya melakukan pencarian terhadap orang tuanya," beber Jeffry. (inu/eno) Editor : Editor Content