RADAR JOGJA - Taman Selo Kendel menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Sleman. Lokasinya di Padukuhan Turen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. Masyarakat setempat sepakat mengelola ruang terbuka hijau menjadi taman yang nyaman untuk refresing bersama keluarga.
“Taman Selo Kendel ini merupakan pengembangan dari ruang terbuka publik,” ungkap Ketua Pengelola Taman Selo Kendel Ruskindar usai Taman Selo Kendel diresmikan Senin (13/3).
Dibangun di atas lahan seluas satu hektare, taman ini dilengkapi bermain anak, pendapa untuk bersantai, tempat untuk berolahraga, dan bagi penghobi burung terdapat lapangan gantangan burung. Selain itu juga dilengkapi fasilitas umum seperti warung makan, toilet, dan masjid.
Dia berharap ke depan taman wisata ini semakin maju dan banyak dikunjungi wisatawan. Khususnya masyarakat sekitar dapat memanfaatkan lokasi ini untuk berolahraga. Juga bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), warga dapat menjual produknya sebagai bagian dari kuliner maupun buah tangan. “Lokasinya ramah anak,” tambahnya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendukung upaya pengembangan pariwisata ini. Menurutnya, Taman Seli Kendel dapat menjadi opsi pilihan berwisata di Kabupaten Sleman. Lokasi ini menyuguhkan keindahan alam terbuka dan keindahan budaya masyarakat setempat, serta menawarkan produk ekonomi kreatif yang berasal dari kearifan lokal.
Destinasi wisata ini pengembangannya berbasis masyarakat, mengedepankan peran masyarakat. Sehingga masyarakat lokal mendapat dampak atas pengembangan destinasi wisata tersebut. “UMKM lokal bisa berjualan di sini,” kata Kustini.
Sekretaris Desa Achmad Budi Setiawan mengatakan, pembanguna Taman Selo Kendel memanfaatkan tanah kas desa (TKD). Pembangunannya dirintis sejak 2019 lalu. Kendati begitu, baru diresmikan tahun ini. Hal itu tak lepas dari situasi pandemi Covid-19 dan dampak refocusing anggaran.
Tidak hanya di Selo Kendel, rintisan destinasi wisata juga ada di Padukuhan Dayakan. Destinasinya diberi nama Watu Ledek. Bila di Taman Selo Kendel menghadirkan aktivitas wisata di alam terbuka, di Watu Ledek akan ada wisata edukasi pengelolaan sampah yang disinergikan dengan budi daya magot.
“Kami menyambut baik destinasi wisata di Sardonoharjo. Ke depan diharapkan bisa membuka peluang investor kerja sama dalam pengembangan wisata ini,” harapnya.
Karena baru merintis, untuk yang di Watu Ledek belum bisa dimaksimalkan. Tahapan pembangunan pelan, kata Achmad, hanya andalkan swadaya masyarakat. (mel/laz) Editor : Editor Content