Imbauan ini merupakan respon atas rekomendasi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas lokasi kecelakaan Bukit Bego. Hasilnya kawasan tersebut cenderung rawan dilalui bus. Ini karena kontur dan topografi penuh kelokan tajam dan curam.
"Kami sebatas mengimbau dulu. Tapi kalau (surat) keputusan yang ditetapkan dari Gubernur atau Bupati terkait jalan tersebut dibolehkan lewat atau tidak," jelasnya ditemui di Mapolres Bantul, Senin (7/2).
Hasil surat keputusan, lanjutnya, dibahas oleh lima pilar lalulintas. Untuk kemudian menjadi rekomendasi bagi Bupati atau Gubernur dalam menerbitkan kebijakan. Terlebih fokusnya adalah antisipasi kecelakaan serupa di lokasi yang sama.
"Untuk memperkuat perlu rapat bersama ada 5 pilar dalam hal lalu lintas. Ini berikan rekom dari tim itu untuk buat surat keputusan dari Gubenur atau Bupati terkait jalan tersebut," katanya.
Walau begitu pihaknya tetap mengimbau pengemudi bus untuk patuh. Khususnya mempertimbangkan jalur yang lebih aman dan landai. Dia menyarankan untuk lewat jalan Patuk Wonosari Gunungkidul.
Langkah antisipasi juga berlaku pada akhir pekan. Berupa pengalihan arus lalulintas bagi bus pariwisata beragam ukuran. Agar tidak melalui jalan Dlingo-Imogiri yang berpapasan dengan Bukit Bego.
"Tetap Sabtu dan Minggu nanti kami sudah rapat dengan Dishub dan dinas lain. Sabtu Minggu kami coba untuk tidak melewatkan dulu untuk sementara. Hari-hari biasa tidak seperti Sabtu Minggu tetap bekerjasama dengan stakeholder terkait," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News