Wakil Koordinator Wilayah III SAR Satlinmas Parangtritis Rio Pradana menuturkan palung kerap menjadi godaan bagi wisatawan. Ini karena permukaan air laut terlihat tenang. Padahal pada sisi bawah menyimpan arus laut yang sangat kuat.
“Palung ada 5 titik sebelah timur di shelter utama, untuk titik dua depan pos, ketiga di sebelah barat pos, keempat di Pantai Kangen Sumilir dan kelima di Pantai Parangkusumo,” jelasnya ditemui di Pos Wilayah III, Jumat (28/1).
Rio membenarkan para wisatawan kerap tergoda. Awalnya hanya bermain di tepi pantai. Tak selang lama mulai bergeser ke sisi tengah.
Tanpa disadari, arus laut bawah mulai menarik tubuh ke tengah laut. Apabila tak bisa berenang, maka wisatawan akan tergulung arus dalam. Adapula yang tertarik ke tengah lautan dengan posisi di permukaan air laut.
“Paling berbahaya kalau airnya tenang. Arus balik bawah sangat deras, jadi memang dilarang untuk mandi di laut,” katanya.
Sejatinya sejumlah personel SAR Satlinmas sudah melakukan patroli rutin. Sayangnya para wisatawan lebih memilih cuek dan bebal. Tak sedikit pula yang merasakan imbasnya tertarik hingga ke sisi tengah laut.
“Ada kejadian sekitar 3 kali, penyebabnya mandi di palung. Sudah diingatkan tapi pengunjung ngeyel dan terseret ombak juga,” ujarnya.
Posisi palung, lanjutnya, bisa berpindah-pindah. Hanya saja fenomena ini bisa terjadi saat pergantian musim. Adapula saat datang ombak besar. Sehingga formasi dasar laut berubah dan berdampak pada ombak laut.
“Biasanya kalau bulan purnama ada ombak besar. Itu bisa hilang dan pindah di tempat lainnya. Tapi setiap pindah kami tandai tempatnya dan tingkatkan intensitas patroli di titik itu,” katanya. (dwi) Editor : Editor News