Korban di Pantai Parangkusumo bernama Fajar Apriyanto. Pemuda 20 tahun itu terseret ombak saat bermain ai di bibir pantai bersama tiga orang temannya. sampai saat ini, Fajar belum ditemukan. Namun Tim SAR Gabungan telah menutup pencarian atas warga Sengon, Gantiwarno, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah itu di Sabtu (19/12).
Pencarian resmi SAR Gabungan sudah ditutup, oleh Satpol PP DIJ. Penutupan dilakukan sebab sesuai SOP SAR Gabungan, hanya berlaku selama tiga hari. “Tapi untuk kelanjutannya kami masih melakukan pencarian dengan Ditpolair Polda DIJ dan Basarnas,” ungkap Koordinator Satlimas Rescue Istimewa Wilayah III Muhamad Arif Nugraha dihubungi Radar Jogja Minggu (20/12).
Pencarian Fajar, dilanjutkan oleh petugas sampai Selasa (22/12). Tapi, jika sebelumnya personel yang diterjunkan sekitar 89 orang, sekarang hanya mengerahkan 40 personel. Namun, penyisiran tetap dilakukan ke arah timur dan barat dari tempat kejadian perkara (TKP). “Penyisiran dari Parangtritis sampai Suangan Kali Opak. Ke arah Timur, kami sisir sampai ke karang-karang (Pantai) Parangtritis,” sebutnya.
Petugas mengalami kesulitan dalam pencarian korban, sebab gelombang sedang tinggi. Selain itu arus ke arah timur cukup deras. “Pencarian kami lakukan ke timur dan barat karena hembusan angin tidak pasti. Pihak keluarga dari Klaten juga masih menunggu di posko SAR,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Basarnas Jogjakarta Pipit Eriyanto melaporkan, pencarian Tim SAR Gabungan di Kali Bendo membuahkan hasil. “Korban tenggelam atas nama Eko Widiyantoro, 39, berhasil ditemukan dan dievakuasi Minggu (20/12) pukul 06.10,” ujarnya.
Warga Bendo RT 04, Wukirsari, Imogiri, Bantul itu ditemukan di Dam Tegal, Imogiri, Bantul. Berjarak sekitar empat kilometer dari TKP. Namun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Tim SAR Gabungan mengevakuasi menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Panembahan Senopati,” ujarnya. (fat/pra) Editor : Editor Content