"Total 20 hari saya di rumah sakit sejak berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP)," ujar Zuhandi.
Dia mengungkapkan, selain menuruti semua anjuran dan perintah tim medis, yang membuat dirinya cepat sembuh adalah mental dan semangat.
"Walaupun saat awal dirawat saya sempat bingung, drop memikirkan istri dan anak saya juga bagaimana kondisinya. Setelah mengetahui hasil tes swab negatif, mental saya mulai terbangun," ungkapnya.
Saat pertama kali dirawat dirinya belum ditetapkan positif. Ketika dinyatakan positif Covid-19, Zuhandi memikirkan bagaimana nasib orang-orang yang sudah menjenguknya. Setelah mengetahui mereka semua negatif, pria berusia 50 tahun ini merasa ayem.
Zuhandi mengaku sebelum dinyatakan positif, dirinya sempat balik ke Jakarta Bandung dan ke Jakarta lagi.
"Soal terpapar di mana saya tidak tahu," ungkapnya.
Dengan semangat untuk sembuh yang tinggi, Kajari mematuhi semua nasehat medis. Tipsnya, meminum obat secara teratur, olahraga, banyak berdoa dan juga rajin minum air putih. Bahkan satu galon dia habiskan dalam waktu tiga hari.
"Jadi bolak balik saya lihat OB pasang galon," kenangnya dengan wajah sumringah. (sky/tif) Editor : Editor News