Parpol berlambang kapas dan padi ini Jumat (31/1) bersilaturahmi ke kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Bantul. Ada beberapa poin yang menjadi materi pembicaraan yang berlangsung tertutup itu. Salah satunya peluang koalisi dalam Pilkada 2020.
Ketua DPD PKS Bantul Amir Syarifudin menegaskan, silaturahmi ini sebagai salah satu sikap politik PKS. Sebagai parpol besar, PKS ingin ambil bagian langsung dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
"Kami ingin menjadi partai pengusung," tegas Amir usai pertemuan.
Sikap politik ini jauh berbeda dengan langkah PKS pada Pilkada Bantul 2015. Saat itu, PKS hanya menjadi parpol pendukung. Ikut mendukung pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih yang diusung Partai Gerindra dan PKB.
Menurut Amir, PKS sangat mungkin berkoalisi dengan PDIP. Mengingat, dua parpol ini punya sejarah berkoalisi dalam pilkada. Salah satunya saat memenangkan pasangan Joko Widodo- FX Hadi Rudyatmo dalam Pilkada Solo 2010.
Karena itu, pertemuan yang diikuti seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Bantul tersebut berpeluang ditindaklanjuti lagi dengan kesepakatan berkoalisi.
"Nanti kami tindaklanjuti lagi. Apalagi, PKS dan PDIP memiliki kesamaan visi dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Jika koalisi ini terjalin, Partai Gerindra bakal ditinggal sendiri. Mengingat, PKB lebih dulu berkomitmen menjalin koalisi dengan PDIP.
Ketua DPC PDIP Bantul Joko B Purnomo memastikan partainya bakal berkoalisi dengan PKB dalam Pilkada 2020. Meski, nama-nama yang bakal diusung masih digodog DPP PDIP.
"Kalau nanti kami bersepakat ada PKS, ada harapan PKS ikut menjadi bagian dari kami dalam pilkada," ucapnya. (zam)
Editor : Editor Content