JOGJA - Sektor pariwisata di Kota Jogja tengah menghadapi tantangan berat selama satu tahun terakhir. Sehingga, pemerintah kota (pemkot) pun berharap kunjungan di penutup tahun bisa maksimal.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, industri pariwisata di Kota Jogja memang tengah mengalami masa sulit. Hal itu dibuktikan dengan rendahnya rata-rata okupansi hotel sepanjang tahun 2025.
Hasto mengungkap, mayoritas hotel berbintang memiliki tingkat okupansi rata-rata tidak sampai 60 persen. Sementara untuk hotel melati atau non bintang mencatatkan okupansi hanya sekitar 35 persen.
“Tahun 2025, tahun yang agak prihatin karena sejak awal tahun saya dilantik bulan Maret semua hotel-hotel menunjukkan kelesuannya,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota, Senin (24/11/2025).
Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu menyebut, lesunya sektor pariwisata khususnya hotel karena kunjungan wisatawan ke Kota Jogja yang minim. Terkhusus wisatawan asing yang biasanya menginap dengan jangka waktu lama.
Hasto mengungkap, kunjungan wisatawan asing ke Kota Jogja juga masih jauh dari target yang diharapkan. Lantaran hingga bulan November kunjungan wisatawan asing belum menyentuh 300 ribu orang.
Bahkan menurutnya, catatan kunjungan wisatawan asing ke Kota Jogja pada tahun ini juga tidak seperti normalnya. Sebab biasanya ada 350.000 kunjungan wisatawan asing tiap tahun.
Kondisi itu dapat terjadi karena sepinya kegiatan wisata. Lantaran imbas kebijakan efisiensi anggaran dari pusat yang membuat pemerintah daerah tidak bisa menyelenggarakan event berskala besar.
Oleh karenanya, politisi PDI Perjuangan itu berharap di sisa waktu satu setengah bulan terakhir lawatan wisatawan dapat meningkat. Sehingga kunjungan wisatawan asing pun bisa mendekati target.
“Saya akui memang berat, namun kami tetap optimistis bisa mencapai target,” kata Hasto.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Jogja Cesaria Eka Yulianti Sri Hastuti mengungkapkan, secara keseluruhan target kunjungan wisatawan pada tahun ini dipatok 10,3 juta wisatawan. Sementara hingga bulan Oktober lalu sudah tercapai 8,8 juta kunjungan.
Cesaria mengaku, pihaknya optimistis target kunjungan wisatawan bisa tercapai. Sebab selama masa libur panjang seperti natal dan tahun baru ada kecenderungan peningkatan kunjungan.
“Kota Jogja insyaallah masih menjadi destinasi favorit,” jelasnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin