Sebab ada sembilan balon udara berbagai motif yang menambah daya tarik di destinasi wisata tersebut dan menyita perhatian pengunjung TKL.
Festival balon udara itu menjadi bagian dari rangkaian milad Yayasan Padi Indonesia Jaya (YPIJ) #6.
Sembilan balon udara itu disebar di tiga titik. Proses penerbangan balon itu sudah dimulai sejak pukul 06.00.
Mekanismenya, ada beberapa orang yang berperan sebagai operator membakar kayu di dalam sebuah tungku.
Tujuannya untuk mengisi udara di dalam balon. Begitu udara di dalam balon sudah terisi penuh, barulah diterbangkan.
Namun, balon udara itu tidak dilepas begitu saja. Ada sejumlah operator yang bertugas untuk tali untuk mengontrol arah balon.
Masing-masing balon mengudara dengan ketinggian yang berbeda-beda, tetapi tidak lebih tinggi dari pohon.
Mengingat lokasi yang terbatas dan dipenuhi pepohonan. Tapi, ada beberapa balon yang bisa terbang dengan ketinggian lebih dari 10 meter.
Warga Mertoyudan Eko Agus mengaku tidak tahu-menahu jika ada festival balon udara di TKL Ecopark.
Karena dia bersama keluarganya berkunjung ke TKL sejak pukul 06.00 untuk berolahraga.
"Niatnya jalan-jalan, ternyata ada balon udara di sini. Jadi, cukup menghibur anak-anak dan tadi sempat berfoto," bebernya.
Festival balon udara di TKL Ecopark kali ini, kata dia, cukup sukses dibanding perhelatan sebelumnya di alun-alun.
Karena sebagian besar balon udara tidak berhasil mengudara dan dipenuhi lautan manusia.
"Senang bisa lihat balon udara di sini. Kalau di alun-alun kemarin, full orang. Lebih bagus di sini, mungkin karena pengunjungnya belum banyak," imbuhnya.
Berbed dengan Eko, warga Tempuran Ika Berlina sengaja berkunjung ke TKL Ecopark pukul 05.00 untuk menonton festival balon udara. Keberadaan balon udara itu, lanjut dia, secara tidak langsung dapat menarik minat pengunjung.
"Kalau di sini, balonnya naik. Nggak seperti di alun-alun. Buat foto-foto asyik di sini," sebutnya.
Direktur Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) TKL Ecopark Magelang Sri Widodo menuturkan, gelaran festival balon udara ini menjadi tambahan atraksi wisata di TKL.
Harapannya, dapat membangkitkan eksistensi TKL seperti sedia kala. "Kami ketempatan, yang mengadakan dari YPIJ. Meskipun begitu, kami tidak menaikkan tarif masuk," ujar dia.
Widodo mengatakan, festival ini menggandeng komunitas balon udara Wonosobo. Total ada sembilan balon yang mengudara mulai pukul 06.00.
Di hari sebelumnya, komunitas tersebut telah melakukan uji coba penerbangan balon di TKL dan berhasil mengudara. Hanya saja, karena terkendala lokasi, balon tersebut tidak bisa terbang dengan maksimal.
Dia menyebut, sengaja membagi sembilan balon udara itu di beberapa titik. Selain keterbatasan tempat, tujuannya untuk memecah pengunjung agar tidak berkumpul di satu titik saja.
"Kemungkinan diturunkan sampai pukul 09.00 sambil memantau angin. (Sepi pengujung) mungkin karena masih pagi. Karena rata-rata pengunjung TKL dari luar daerah. Event ini misal tidak maksimal, tidak membuat jera. Karena ingin membangkitkan destinasi wisata," katanya.
Editor : Bahana.