RADAR JOGJA – Destinasi wisata pantai di Bantul masih menjadi favorit wisatawan dari berbagai daerah saat libur Lebaran tahun ini. Tercatat 33 ribu wisatawan memadati pesisir selatan yang ada di Bantul pada hari kedua setelah Lebaran. Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan, pihaknya mencatat ada sebanyak 33.285 orang yang berwisata ke kawasan wisata pesisir pantai selatan pada Selasa (3/5). Dari jumlah tersebut diketahui Pantai Parangtritis merupakan destinasi yang paling favorit dikunjungi dengan jumlah wisatawan sebanyak 24.170 orang.
Sementara untuk destinasi wisata lain, pria yang akrab disapa Ipung itu merinci Pantai Samas dikunjungi sebanyak  5.100 wisatawan, Pantai Baru 2.340 wisatawan, Pantai Goa Cemara 960 wisatawan serta Pantai Kuwaru 438 wisatawan. Kemudian untuk wisatawan yang datang ke destinasi wisata Goa Selarong  tercatat ada 250 wisatawan dan Goa Cerme ada 27 wisatawan.
Terkait dengan capaian pendapatan asli daerah (PAD) hingga H+2 libur lebaran ini, Ipung menyebut dengan jumlah 33.285 wisatawan yang datang ke Bantul. Sektor pariwisata di Bumi Projotamansari sedikitnya sudah meraup PAD sebesar Rp 323,4 juta. Hingga akhir cuti Lebaran atau Minggu (8/4) mendatang kunjungan wisata di Bantul. ”Ditargetkan bisa mencapai 150 ribu orang atau meraih pendapatan sebesar Rp 1,5 miliar,” sebutnya kemarin (4/5).
Melonjaknya jumlah wisatawan juga tidak hanya di pesisir pantai. Kawasan wisata Hutan Pinus Dlingo juga menjadi destinasi favorit yang banyak dikunjungi wisatawan.
Ketua Koperasi Notowono Purwo Harsono mengatakan selama dua hari Lebaran setidaknya kawasan wisata yang ia kelola sudah dikunjungi sebanyak 8.626 wisatawan. Dengan rincian wisatawan pada hari Senin (2/5) tercatat 2.298 orang dan Selasa (3/5) 6.328 orang.
Ia menyebut destinasi wisata Hutan Pinus Sari masih menjadi jujukan para wisatawan dengan jumlah kunjungan mencapai 2.785 orang, kemudian disusul Pinus Pengger 1.539 orang, Puncak Becici 1.122 orang, Lintang Sewu 71 orang, Hutan Pinus Asri 133 orang, Wisata Seribu Batu 613 orang, dan Bukit Panguk 65 orang. Dari jumlah tersebut mayoritas wisatawan yang datang masih skala kecil atau banyak menggunakan mobil pribadi. “Wisatawan yang paling banyak merupakan pemakai roda empat seperti mobil. Sementara yang menggunakan bus hampir belum ada,” bebernya.
Tak hanya di Bantul, objek wisata (obwis) pantai di Kulonprogo pun tak luput dari serbuan wisatawan. Salah satunya Pantai Glagah di Temon, Kulonprogo. Jumlah pengunjung naik berkali-kali lipat dibandingkan libur Lebaran dua tahun sebelumnya.
Pantauan Radar Jogja, bonggol karcis sudah habis di tempat pemungutan retribusi (TPR) sejak siang hari. Jalur utama masuk juga diwarnai antrean kendaraan baik roda empat dan sepeda motor. “Sementara kami sengaja buat tenda untuk TPR di sini, sebab di utara takut mengganggu, terlalu dekat dengan jalur mudik,” ucap Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto.
Diprediksi sampai kemarin sore jumlah pengunjung bisa tembus di angka 15.000 orang lebih. Jika ditotal sejak Lebaran jumlah pengunjung sudah mencapai 23.000 wisatawan. Rinciannya, 2.160 orang di hari pertama dan 11.636 hari kedua. ”Hingga pukul 13.00 kemarin sudah ada 9 ribuan wisatawan,” jelasnya.
Disebutkan kepadatan wisatawan paling banyak ada di lokasi pemecah ombak Pantai Glagah. beberapa juga terlihat bersantai di pinggir pantai. Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo juga nampak siaga, terus mengimbau wisatawan agar tidak bermain terlalu dekat dengan laut.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan, pihaknya terus memberikan himbauan kepada pengunjung karena ada potensi gelombang laut tinggi hingga empat meter. “Kami sudah siagakan personel di titik-titik rawan laka laut, mereka dilengkapi megaphone untuk melarang pengunjung mandi dan berenang di laut,” katanya.
Salah satu pengunjung, Kenari, 50, warga Bogor, Jawa Barat mengaku baru kali pertama berkunjung ke Pantai Glagah. Ia juga penasaran ingin melihat dari dekat bandara YIA dari sisi selatan. Ia mengaku terkesan dengan panorama pantai Glagah, ia tidak menyesal kendati masuknya harus antre. “Retribusinya juga murah sekali, cuma Rp 6.000 per orang,” katanya. (inu/tom/bah)

Wisata