RADAR JOGJA- Ribuan umat Buddha dari seluruh dunia mengikuti kebaktian dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bhante YM Bhikkhu Dhammavuddho disiarkan  secara daring dari pelataran Candi Borobudur, Rabu (3/2).

Kebaktian ini dilakukan sebagai ikhtiar memohon keselamatan bagi negeri agar segera terbebas dari pandemi. “Tadi kami bersama suhu membaca doa yang umum dengan harapan semua hal, bukan hanya pandemi. Karena pandemi berdampak pada semua hal dan kita berdoa untuk semua hal itu. Semoga keadaan kembali menjadi pulih seperti semula,” ujar Bhante Dhammavudho.

Bhante Dhammavudho menambahkan, keinginannya untuk membawa lebih banyak umat Buddha dari seluruh dunia untuk melakukan peribadatan di Candi Borobudur. Sakralitas Borobudur dirasa mampu menggerakkan umat Buddha di seluruh dunia untuk berkunjung dan beribadah di situs warisan dunia ini. “Dari tahun 2016 kita sudah berusaha bersama PT TWC untuk membuat kegiatan seperti hari ini. Dengan cara ini mudah untuk promosi keluar. Ini grup kecil bisa beribadah. Biasanya ibadah butuh grup besar. Hari ini kita streaming ada 2000-3000 orang. Semoga ini bisa memacu mereka untuk datang kesini,” tambahnya.

Senior Vice President Association of Buddhist Tour Operators (ABTO) Effendi Hansen mendukung berlangsungnya kegiatan peribadatan di Candi Borobudur ini. “Kami sebagai masyarakat awam kok jarang mendengar ada jamaah yang menggelar ibadah di tempat sejarah ini. Kami coba bicarakan dengan PT TWC dan BKB. Kami realisasikan acara ini dengan koordinasi berbagai pihak dan berjalan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris PT TWC Emilia Eny Utari mendukung penuh berlangsungnya kegiatan ziarah bagi umat Buddha di Candi Borobudur. “PT TWC mendukung kegiatan ziarah bagi umat Buddha di Candi Borobudur. Borobudur memiliki nilai sakralitas serta kemegahan peninggalan sejarah. Nilai ini menjadi paling menarik bagi umat untuk berkunjung ke Borobudur,” katanya. (sky)

Wisata