Dinas Pariwisata DIY kembali menyelenggarakan kegiatan sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata. Kali ini menyasar mereka yang berprofesi sebagai tour planner atau perencana perjalanan wisata.

“Tour planner adalah sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memegang peran penting dalam perjalanan wisata,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta saat membuka acara Sertifikasi Pelaku Wisata Tour Planner di Hotel Horison Jalan Urip Sumoharjo 137 Gondokusuman, Yogyakarta. Kegiatan berlangsung dua hari, 18-19 Juli 2018 dan diikuti 50 orang peserta dari agen dan biro perjalanan wisata se-DIY.

Aris mengatakan, tour planner bertugas menyusun rencana perjalanan. Di dalamnya termasuk komponen-komponen wisata yang disusun semenarik mungkin dan siap dipasarkan. Adapun sertifikasi diadakan dalam rangka memberikan pengakuan atas kompetensi tour planner dalam menjalankan tugasnya.

Diingatkan, tour planner bersertifikat sangat membantu pengusaha biro maupun agen perjalanan wisata. Sebab, dengan memenang sertifikasi itu, berarti memiliki SDM yang berkompeten dan profesional.

“Sertifikasi kompetensi ini akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di bidang pariwisata,” katanya. Ketentuan mengenai sertifikasi kompetensi dan sertifikasi usaha di bidang pariwisata diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2012.

Ketua ASITA DIY Udhi Sudiyanto mengapresiasi dengan kebijakan Dinas Pariwisata DIY mengadakan sertifikasi bagi tour planner. Udhi, sapaan akrabnya, ingin kuota peserta sertifikasi kompetensi ditambah. “Tidak cukup hanya 50 orang,” harapnya.

Dia mengungkapkan, di DIY ada kurang lebih 100 agen dan biro perjalanan wisata. Rata-rata setiap biro dan agen itu punya empat orang tenaga tour planner. Dengan begitu jumlah tour planner di DIY mencapai 400 orang. “Jadi kebutuhannya masih banyak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Udhi bukan sekadar ikut memberikan sambutan. Pemilik Antar Anda Tour& Travel ini juga menjadi salah satu peserta ujian. sertifikasi kompetensi tour planner. Sebab, dia belum mengantongi sertifikasi kompetensi.

Di sisi lain menjadi tour planner bukan hal yang mudah. Tour planner mempunyai tugas menyusun perjalanan wisata hingga selesai. Sebagai perencana perjalanan wisata juga harus membuat rute perjalanan, menentukan waktu berkunjung, makan dan mengatur penginapan bagi wisatawan.

Tour Planner terbagi menjadi dua. Yakni Whole Seller yang menciptakan dan memasarkan produk. Profesi ini ada di biro perjalanan wisata. Sedangkan yang kedua disebut Retailer. Penjual atau memasarkan produk yang diciptakan Whole Seller. Ini ada di agen perjalanan wisata. (kus/zam/mg1)

Wisata