Pemilihan spot wisata ini bukanlah tempat piknik pada umumnya. Tidak berbayar, lokasi berada aliran sungai dan dilingkari hutan kecil. Penggagas wisata ini digawangi oleh anak-anak muda.
Mereka camping, memasak, menyeduh kopi, dan mengunggah segala kegiatan jelajah alam. Ketika diunggah ke media sosial ternyata mendapat respon positif.
Kali Lemusur memiliki pemandangan unik. Badan sungainya terbentuk dari struktur batu utuh dan keras. Struktur batuan ini rata, terhampar layaknya lantai dari cor hot mix yang sangat luas. Pada bagian tengah, mengalir air sungai Lemusur yang jernih, dan berujung pada sebuah air terjun kecil. Air kemudian jatuh pada sebuah ceruk. "Dalam air beningnya tampak berbagai jenis ikan berenang," kata kelompok pegiat Lemusur, Muhidin belum lama ini.
Pria berusia 39 tahun itu mengatakan, potensi Kali Lemusur dilengkapi dengan instrumen musik alam. Gemericik air sungai, berpadu dengan suara burung burung hutan. Sungai Lemusur yang tak terpengaruh musim, menurutnya menjadi daya tarik tersendiri. "Kami juga kolaborasi dengan Komunitas Resan Gunungkidul untuk membuat kebun pembibitan tanaman konservasi," ujarnya.
Rencanannya, bibit bibit pohon ditanam disepanjang sungai Lemusur sehingga semakin menambah sejuk suasana. Menurut dia, untuk sekedar berteduh ada fasilitas pondok kecil sederhana, sebagai tempat pemuda pegiat Lemusur berkumpul. "Masyarakat Padukuhan Pacar dan Jerukan, memang menggantungkan kebutuhan akan air sehari hari dari sumber air ini," ungkapnya.
Walau begitu pihaknya sedikit gelisah dengan maraknya penjualan tanah di sebarang sungai. Pada lahan 50 hektre, rencanannya dibangun Taman Safari.
Dukuh Pacar II Supatman mengatakan, dua sumber air dan sungai Lemusur adalah aset desa. Akses jalan menuju kali Lemusur dibangun dengan pengerasan cor blok, pengerasan jalan sepanjang 400 meter tersebut berasal dari program dana Keistimewaan DIJ. "Jika benar kawasan ini akan dibangun Taman Safari, kami tidak ingin penduduk lokal hanya menjadi penonton, kita harus punya daya tawar agar tidak tergusur," kata Supatman.
Pihaknya mengapresiasi langkah anak muda yang mengelola kali Lemusur dan dua sumber air di wilayahnya. Mereka sadar jika aset alam tidak dilindungi, akan kehilangan. Diperlukan langkah nyata melindungi potensi, termasuk membangun kawasan wisata berbasis alam, budaya dan konservasi. "Tentu akan menjadi sangat menarik jika konsep wisata alam ini digarap maksimal. Bisa menjadi wisata edukasi," ucapnya. (gun/bah) Editor : Editor Content