JOGJA - Individu dengan latar belakang, usia, dan jenis kelamin berbeda rutin berkumpul untuk membuat skektsa dan menggambar bersama. Mereka adalah orang-orang yang tergabung dalam Komunitas Sketsa Pulang Kerja (SPK) Jogja.
Admin dan penanggung jawab SPK Jogja Nadya Tifani menjelaskan, SPK terbentuk sejak 2015. Berawal dari Kota Bandung, Jawa Barat. Awalnya, inisiatif SPK hadir dari dua pendiri yang ingin mencari suasana dan hal baru setelah lelah bekerja.
Mulanya, hanya grup kecil menggambar bersama yang dilakukan dari kafe ke kafe. Akhirnya SPK melebarkan sayap ke Jogjakarta, dan beberapa kota besar lain di Indonesia.
"SPK masuk ke Jogja sekitar 2016 atau 2017. Waktu itu adik dari salah satu penggagas SPK pindah ke Jogja, dan secara organik terbentuk sampai sekarang," katanya pada Radar Jogja Jumat (18/4).
Oleh karena itu, SPK juga ada di Surabaya, Depok, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Solo, dan Semarang. "Jogja jadi salah satu kota pertama. Dari yang tadinya ikut di Jogja, beberapa pindah ke kota lain, dan menjalankan SPK di kota-kota tersebut," bebernya.
SPK sendiri memiliki kegiatan pertemuan rutin membuat sketsa dan menggambar bersama setiap Rabu malam. Untuk lokasinya, berpindah setiap minggunya. Mulai dari kafe, hingga beberapa ruang publik. "Menggambarnya fleksibel, ada yang konvensional di kertas. Atau secara digital di laptop atau tablet," ulasnya.
Dia menekankan, SPK membuka pintu sebesar-besarnya bagi setiap orang yang ingin bergabung. Baik mereka yang sudah memiliki dasar kemampuan menggambar, atau yang baru ingin belajar. "Sifatnya tidak terikat, bagi yang mau join langsung saja. Tidak ada beban biaya atau registrasi sama sekali," ujarnya.
Menyoal usia yang terlibat di SPK, Nadya menuturkan, ada anak sekolah usia SMP sampai para pekerja. "Untuk usianya paling banyak itu antara 19 sampai 30 tahun," lontarnya.
Secara keanggotaan, grup chat SPK Jogja sendiri sudah lebih dari 200 orang. Namun, untuk pertemuan setiap Rabu, biasanya dihadiri antara 20-30 orang. "Waktu itu pernah cukup ramai sampai 60 orang. Dominan yang hadir itu mahasiswa," urainya.
Nadya sendiri sudah bergabung dengan SPK sejak 2017. Dia mengaku banyak mendapat pengalaman dan berbagai ilmu baru. Salah satu yang paling disukainya adalah, bisa bertemu banyak seniman dan orang-orang kreatif. "Bahkan saya memutuskan untuk memilih jurusan kuliah karena influence dari SPK itu," tutur Nadya yang kini berstatus mahasiswa Seni Rupa UNY.
Nadya menyampaikan, saat ini SPK Jogja tengah menyiapkan sebuah pameran gambar yang dilangsungkan pada awal Mei mendatang. Selain menampilkan karya para anggota, pameran tersebut juga memungkinkan masyarakat umum untuk terlibat. Sebagai partisipan dan dapat menampilkan karya mereka.
"Pamerannya akan berlangsung pada 1-7 Mei. Lokasinya di Bolo Space Jogjakarta," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita