RADAR JOGJA - Meski sudah memiliki gelar kuno atau jadul, piring seng rupanya masih eksis digunakan saat ini. Salah satunya dipakai oleh penjual angkringan di wilayah Kabupaten Purworejo.
Sintia, anak generasi Z yang membantu orangtuanya berjualan angkringan menggunakan piring seng ini. Menurutnya, piring seng masih digunakan karena lebih awet dibandingkan piring keramik.
"Apalagi jualan angkringan seperti ini. Kalau pakai piring keramik, pecah. Rugi dong," katanya Jumat (24/1/2025).
Jadi dia memilih piring seng yang tidak mudah pecah. Selain itu, dari segi konsep jualannya di angkringan, piring seng lebih masuk. "Itung-itung nguri-uri benda zaman dulu biar tidak termakan zaman," tambahnya.
Mengingat saat ini generasi muda sudah banyak yang meninggalkan nuansa-nuansa zaman dulu. Mereka lebih memilih budaya luar negeri yang dianggap lebih kekinian.
Di angkringan miliknya, berjejer rapi piring seng bermotif bunga warna merah. Di atasnya tersaji sejumlah hidangan, mulai dari aneka sate, gorengan, dan sebagainya. Dikatakan, harga piring seng juga lebih terjangkau atau murah meriah dibandingkan dengan piring jenis lain.
"Per piring harganya macam-macam. Ada yang Rp 5.000-an, Rp 6.000-an, dan sebagainya. Tapi awetnya luar biasa," sebut dia.
Untuk mendapatkan piring seng itu, kata Sintia, saat ini masih mudah didapatkan. Bahkan di marketplace juga banyak yang menjualnya. (han/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita