Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ingat! 5 Dosa Ini Dapat Menghapus Pahalamu di Akhirat

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:40 WIB

 

Ilustrasi Seseorang Sedang Melakukan Zina.  (AI/Freepik.com)
Ilustrasi Seseorang Sedang Melakukan Zina. (AI/Freepik.com)

RADAR JOGJA - Dalam ajaran agama Islam, setiap amal baik yang dilakukan oleh seorang hamba akan mendapatkan pahala. Sedangkan dosa dapat mengurangi atau bahkan menghapus pahala tersebut.

Berikut 5 dosa yang dapat menghapus pahala ketika di akhirat:

1. Syirik
Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, baik dalam ibadah maupun keyakinan, dapat menghapus seluruh pahala yang telah diperoleh.
Dalam Al-Qur'an Surat Az-Zumar berbunyi:

وَلَقَدْ اُوْحِیَ اِلَیْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَیَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِیْنَ

Artinya: "Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi"

2. Murtad
Murtad di anggap sikap seseorang yang sadar dan sengaja meninggalkan agama Islam dan memilik keyakinan lain. Murtad berasal dari kata "riddah" yang berarti berpaling membelot.

Secara umum, dalam literatur fiqih klasik, murtad dianggap sebagai pelanggaran serius dan berat. Dalam Al-Qur'an, murtad disebutkan dalam beberapa ayat, salah satunya adalah:

Artinya:"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

3. Riya (Pamer)
Ria adalah tindakan melakukan amal ibadah dengan niat untuk dipuji atau dilihat orang lain. Riya berasal dari kata "ra'a" yang berarti "melihat" atau "diperlihatkan". Perilaku ini dianggap sebagai bentuk kemunafikan karena amal yang seharusnya dilakukan secara ikhlas kepada Allah malah bertujuan mendapatkan perhatian manusia.

Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah (264):

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

4. Ghibah
Ghibah termasuk dalam dosa besar karena merusak kehormatan orang lain dan menimbulkan fitnah. Ghibah sering kali disamakan dengan "menggunjing" atau "gosip", di mana seseorang membicarakan hal-hal negatif tentang orang lain tanpa kehadirannya.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan peringatan yang tegas tentang bahaya ghibah. Allah menggambarkan ghibah seperti perbuatan memakan bangkai saudara sendiri:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat: 12)

5. Berzina
Zina adalah perbuatan dosa besar dalam Islam yang merujuk pada hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah. Allah SWT dengan tegas melarang perbuatan zina dan memerintahkan umat-Nya untuk menjauhi segala hal yang bisa mendekatkan pada zina. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلً

Artinya: "Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk."

Menyadari dosa-dosa ini dan berusaha untuk menjauhinya adalah langkah penting dalam menjaga pahala kita di akhirat. Penting bagi setiap Muslim untuk selalu introspeksi diri dan berusaha untuk memperbaiki perilaku agar tidak terjerumus dalam dosa yang dapat menghapus pahala.

Semoga kita semua dapat menjaga amalan kita dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. ***

(Windu Fitri Yansi: Berbagai sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dosa #pahala #akhirat #penghapus