RADAR JOGJA - Urban farming menawarkan berbagai metode berkebun ala perkotaan dengan memanfaatkan lahan sempit. Bahkan tanpa lahan dan pekarangan.
Metode ini tidak rumit dan mudah diadaptasi kemudian diminati oleh kaum milenial di perkotaan. Seperti yang diinisiasi oleh Komunitas Jogja Berkebun. Menjadi wadah bagi yang ingin belajar berkebun dan praktik langsung tata cara menanam yang baik dan benar.
Berdiri sejak 2011 silam, komunitas ini ingin menginspirasi dan menjadi sarana bagi anak muda untuk mengisi kekosongan waktu. Jogja Berkebun sendiri masih termasuk dalam bagian jejaring Indonesia berkebun.
Sebuah gerakan yang diinisiasi oleh arsitek yang kemudian menjadi gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Gerakan dan kegiatan sosial komunitas ini pun juga telah merambah berbagai kota di seluruh Indonesia, termasuk Jogjakarta.
Koordinator Jogja Berkebun Adi Pattolawali menjelaskan, Jogja Berkebun mengusung konsep urban farming. Yakni menanam tanaman sayur dan buah-buahan yang perawatannya mudah dan masih dapat ditinggal. Beberapa di antaranya seperti cabai rawit, sawi, bayam, tomat, kangkung, pepaya dan tanaman penangkal hama.
Di samping itu, alasan komunitas memilih untuk bertanam pada satu tempat saja karena ingin memberikan dampak dan kontribusi yang baik demi lingkungan di sekitar Jogja. Namun, mereka juga tetap merawat tanaman yang mereka tanam di kebun lain. “Sehingga menjadi kebun yang pantas bagi masyarakat,” jelasnya Jumat (19/7).
Adi mengatakan, dalam menjalankan semua kegiatannya, Jogja Berkebun memiliki fungsi 3E, yakni Ekologi, Edukasi, Ekonomi. “Ekologi berarti salah satu upaya penghijauan lingkungan dengan melaksanakan prinsip-prinsip urban farming,” katanya.
Fungsi edukasi dari Jogja Berkebun direalisasikan dengan berbagi wawasan dan keterampilan berkebun. Agenda berkebun bersama ini dapat berupa pelatihan langsung di lapangan, workshop atau sosialisasi dengan masyarakat.
Sementara fungsi ekonomi yakni meningkatkan atau menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Adanya kegiatan berkebun bersama diharapkan menjadi kebiasaan bagi anggota untuk berkebun secara mandiri.
Metode urban farming yang bisa diadaptasi dengan berbagai tipe lahan dan keadaan lingkungan dapat dipraktikkan dengan lebih mudah. “Ketika seseorang menanam sendiri apa yang ia butuhkan, maka akan tercipta kemandirian pangan. Lebih hemat karena bisa menghasilkan pangan sendiri,” ucap Adi.
Kegiatan berkebun komunitas ini ada di Jalan Golo, Gang Pulanggeni Umbulharjo, Kota Jogja. Dilaksanakan setiap Minggu pagi dari pukul 08.00-13.00. Aktivitas ini pun mendapat respons positif. Salah satunya dari pemilik lahan yang kini tanahnya digunakan untuk bercocok tanam. "Ini menjadi hal yang bagus bagi anak muda karena mengajarkan untuk menjaga lingkungan sekitar dan sangat produktif," ujar Adi.
Selain itu, Jogja Berkebun juga memiliki unit usaha bernama Jogbun Shop. Menjual aneka tanaman dan benih secara online. (tyo/eno)
Editor : Satria Pradika