Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Ikatan Disabilitas Purworejo, Perjuangkan Hak Para Difabel

Sevtia Eka Nova • Minggu, 9 Juni 2024 | 16:00 WIB
PEDULI SESAMA: Ikatan Disabilitas Purworejo yang turut memberikan akomodasi sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas.JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA
PEDULI SESAMA: Ikatan Disabilitas Purworejo yang turut memberikan akomodasi sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas.JIHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Ikatan Disabilitas Purworejo, Perjuangkan Hak Para Difabel
Penyandang disabilitas di Kabupaten Purworejo mencapai 7.000 orang. Hadirnya Ikatan Penyundang Disabilitas (IDP) Purworejo sejak tahun 2013 silam, menjadi wadah untuk para difabel. Menyatakan kepentingan dan harapan penyandang disabilitas, agar hak mereka terpenuhi.


“Jumlah anggota IDP ada 250 sampai 300 orang dari seluruh Kabupaten Purworejo. Segala jenis disabilitas ada semua,” ujar Ketua IDP Purworejo Harnoto Jumat (7/6).


Dikatakan, IDP Purworejo ada sejak tahun 2013 lalu dan sudah banyak kegiatan yang dilakukan. Mulai dari pertemuan rutin hingga mengikuti pelatihan-pelatihan baik dari perguruan tinggi atau pun pemerintah.

Baca Juga: Berhasil Salurkan 183 Alat Bantu Bagi Disabilitas dan Lansia, Pokja Pemenuhan Alat Bantu Disabilitas di Purworejo: Akan Direplikasi Daerah Lain


Menurutnya, sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo selalu memperhatikan penyandang disabilitas. Sebab, Harnoto mengaku selalu dilibatkan setiap ada kegiatan khususnya dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). “Kalau ada kegiatan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga kadang mengundang,” ujarnya.


Hal yang paling menonjol saat Pemkab Purworejo mulai memperhatikan penyandang disabilitas. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Pemenuhan Alat Bantu untuk disabilitas atau lansia sejak tahun 2023.


Disebutkan, sebelum adanya pokja, para penyandang disabilitas sulit untuk mendapatkan alat bantu. Setelah adanya pokja, menyalakan alat bantu menjadi semakin mudah. "Usulan kami selalu tidak ter-cover semua karena keterbatasan anggaran. Kalau sekarang, terbantu dengan mudah dan lebih cepat dapat," sebutnya.

Baca Juga: Perdana Digelar! Peringatan Hari Teknologi Alat Bantu Sedunia di Purworejo: Sadarkan Masyarakat Pentingnya Teknologi Alat Bantu Disabilitas dan Lansia


Saat ini ada sekitar 20 persen anggota IDP yang belum memiliki alat bantu. Dengan latar belakang alat bantu yang sudah rusak atau belum memiliki sama sekali. “Tapi sudah kami usulkan (ke pokja) semoga bisa segera terpenuhi,” harap dia.


Harnoto mengaku, perhatian Pemkab Purworejo sudah sangat baik terhadap penyandang disabilitas. Meski belum merata, namun fasilitas umum (fasum) kini sudah ramah disabilitas.


Dia berharap, perhatian tersebut dapat dipertahankan dan kantor-kantor khususnya kantor desa juga bisa ramah disabilitas. (han/eno)

Editor : Satria Pradika
#pemkab #komunitas #idp #Disabilitas #Difabel #Purworejo