RADAR JOGJA - Sajadah lawas warna hijau dan biru dengan motif masjid dan Kakbah (ada yang menyebut Masjid Hagia Sophia di Turki dan Masjidilharam Mekkah), sempat ngetren tempo dulu. Sajadah digunakan di banyak masjid. Tidak hanya itu, perseorangan pun juga menggunakannya untuk salat berjamaah.
Sejumlah masjid meggunakan sebagai sajadah massal untuk para jamaah salat. Motif dan warnanya sekarang hanya tinggal kenangan. Hampir sulit menemukan masjid yang memiliki sajadah massal seperti itu sekarang.
Kini, sajadah legendatis itu warnanya masih ada yang hijau. Tetapi motifnya sekarang sudah berganti. Motif sekarang sebuah masjid yang di kiri dan kanannya terdapat menara.
Sajadah lawas itu menjadi kenangan tersendiri bagi sejumlah umat Islam. Apalagi bagi mereka yang sekarang sudah besar atau bahkan mempunyai anak. Motif sajadah lawas selalu dirindukan kala bulan Ramadan seperti sekarang.
Namun tidak semua masjid pernah menggunakan sajadah itu. Misalnya Masjid Gedhe Kauman Jogja misalnya. Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Azman Latif saat dikonfirmasi mengatakan, seingatnya tidak pernah menggunakan sajadah lawas itu secara massal di lantainya untuk para jamaah.
Menurutnya, itu lantaran di Masjid Gedhe Kauman dahulu hanya menggunakan tikar saja, bukan sajadah lawas seperti itu. "Kalau ada itu hanya yang dibawa orang-orang tertentu," katanya kepada Radar Jogja, Jumat (29/3).
Namun, dia pun mengiyakan sajadah itu pernah menjadi trend masyarakat. Itu berdasarkan pengalamannya yang seringkali menemukan sajadah itu di sejumlah masjid. Namun tren penggunaan sajadah itu terjadi sejak puluhan tahun silam.
"Ya, tentu ada karena itu tren banget pada masa lalu. Beberapa langgar saya lihat di tempat pengimaman terpasang sajadah seperti itu," bebernya.
Namun, memang di Masjid Gedhe Kauman tidak pernah menggunakannya. Tetapi tetap saja sejumlah jamaah di masjid itu pasti ada yang pernah memiliki kenangan terhadap sajadah legendaris tersebut. (rul/laz)