RADAR JOGJA – Yogyakarta selalu dikenal sebagai tempat yang terbuat dari rindu, sebab sekali berkunjung ke Jogja, seribu alasan akan tetap membawamu kembali kesana.
Begitulah ungkapan yang ditujukan untuk kota cantik bernama Jogja.
Selain cantik dan romantis, Jogja juga terbentuk karena sejarah yang menyimpan banyak kisah yang membuat para penduduk lokal dan wisatawan dari berbagai kalangan, tertarik untuk mengunjunginya.
Diorama Arsip Jogja merupakan museum yang menyimpan arsip sejarah pemerintah dan budaya Yogyakarta.
Museum ini dikelola oleh Dinas Perpustkaan dan Arsip Daerah DIY. Diorama Arsip Jogja berdiri sejak Februari 2022.
Lokasinya berada di Gedung Depo Arsip DPAD DIY yang terletak di Kecamatan (kapanewon) Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Untuk jam operasional. Buka mulai hari Selasa-Minggu pada pukul 09.00-16.00 WIB.
Khusus hari jum’at buka pada pukul 09.00-14.30 WIB.
Harga tiket juga sangat variatif :
- Kalangan pelajar dan mahasiswa dibanderol Rp 20.000 per orang,
- Untuk umum Rp 30.000 per orang
- Wisatawan asing dikenakan biaya Rp 100.000 per orang.
Bagi kalian yang ingin membuat liputan khusus disini vlog ataupun content youtube akan dikenakan biaya Rp 250.000 per sesinya.
Diorama Arsip Jogja menggambarkan bukti nyata untuk menghidupkan arsip sejarah DIY dan merupakan sebuah upaya mengenalkan sejarah DIY dari masa Panembahan Senopati hingga Keistimewaan DIY kepada generasi muda dengan cara menarik.
Diorama ini mengakulturasi arsip, seni dan teknologi, membuat museum ini memiliki nilai estetika yang unik.
Setiap pengunjung dapat membayangkan dan merasakan pengalaman sejarah seperti yang sebenarnya.
Dengan harapan para pengunjung, khususnya pelajar, mahasiswa, akademisi ataupun peneliti dapat memanfaatkan diorama kearsipan ini.
Sebab, diorama memberikan akses arsip sejarah yang luas, yang dapat digunakan untuk kepentingan penelitian, pembangunan, dan ilmu pengetahuan.
Sebelum mengunjungi Diorama Arsip Jogja, sebaiknya perhatikan aturan.
Para pengunjung tidak diperkenankan menggunakan kamera digital, analog, kamera instan, tripod maupun holder selfie.
Pengunjung hanya boleh diperkenankan menggunakan kamera handphone jika ingin mengambil foto.
Untuk kunjungan Diorama Arsip Jogja terbagi ke beberapa sesi, pengunjung bebas memilih sesi kunjungan.
Para pengunjung juga diharapkan hadir 10 menit sebelum sesi dimulai.
Ketika seluruh pengunjung sudah berkumpul akan dipandu oleh guide yang akan menjelaskan tentang aturan kunjungan dan juga yang akan menjelaskan setiap bagian di Diorama Arsip Jogja.
Pengunjung akan diajak guide untuk tur Diorama Arsip Jogja yang berlangsung kurang lebih 90 menit.
Pengunjung akan menikmati seolah-olah melintasi Lorong waktu yang terbagi menjadi 18 ruangan.
Masing-masing ruangan menggambarkan suatu masa yang pernah dialami Jogja.
Diorama Arsip Jogja menampilkan sejarah Jogja melalui arsip-arsip berupa arsip tekstual, arsip visual, arsip lisan, dan tuturan saksi sejarah yang disusun secara unik serta kreatif untuk memberikan sajian yang informatif, edukatif, sekaligus menghibur.
Tak hanya itu beberapa arsip sudah dilengkapi dengan fitur AR bagi para pengunjung yang hendak ke Diorama Arsip Jogja alangkah baiknya download aplikasi Diorama Arsip Jogja terlebih dahulu sehingga bisa memanfaatkan fitur AR dan mendapatkan informasi mendalam.
Sebelum berkunjung ke Diorama Arsip Jogja, para pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu.
Pemesanan tiket Diorama Arsip Jogja dapat dipesan secara online melalui laman https://arsipjogja.id/registrasi.php atau kunjungi langsung akun Instagram @dioramaarsipjogja.
Pengunjung dapat memilih tanggal dan sesi atau jam kunjung yang tersedia.
Pengunjung akan diminta untuk mengisi data diri seperti nama, alamat, nomor telepon, dan email.
Setelah itu, pengunjung akan mendapatkan nomor tiket dan passcode detail arsip, serta link untuk melakukan pencetakan tiket yang harus dibawa pada saat berkunjung. (Zulfa/Radar Jogja)
Baca Juga: Inter Miami Kembali Catatkan Hasil Minor Dalam Pertandingan Persahabatan Kontra FC Dallas
Editor : Meitika Candra Lantiva