RADAR JOGJA – Pizza dikenal dengan hidangan gurih asal Italia. Sejenis adonan bundar dan pipih, yang dipanggang di dalam oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya sesuai selera.
Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau keju Pizza, bisa juga parmesan dan beberapa jenis keju lainnya.
Pizza, di Indonesia semakin populer dengan varian rasa dan harga.
Di Kota Jogja misalnya. Terdapat kuliner Pizza yang penyajiannya sangat unik.
Biasanya Pizza dijual pada cafe atau restaurant. Namun, di jalan P. Mangkubumi Jogja, aneka sajian pizza dapat ditemukan di penjual kaki lima.
Nama kedai Pizza ini adalah Tungqu Nangkring.
Selayaknya angkringan yang dijual pinggir jalan, kedai Pizza yang berdiri pada tahun 2017 ini memiliki dekorasi sederhana.
Konsep kaki lima sengaja dipilih agar Pizza dapat dinikmati semua kalangan.
Selama ini, Pizza dianggap sebagai makanan mahal.
Namun dengan konsep ini, cost (biaya) bisa ditekan. Sehingga biaya penjualan masih terjangkau.
Sesuai dengan namanya yaitu “Tunqu Nangkring”, jika anda datang kesana pasti mata akan langsung tertuju pada satu tungku besar yang nangkring atau berdiam disana.
Tungku besar ini menjadi ikon dan selalu nampang di lokasi meskipun kedai tutup.
Tungku itulah yang digunakan untuk proses pemanggangan Pizza. Jadi proses pemanggannya masih dengan cara klasik.
Pengunjung bisa melihat proses pembuatan Pizza. Mulai dari memipihkan adonan dough, memberi topping, memanggang Pizza, hingga proses penyajiannya.
Konsep kedai satu ini adalah open kitchen atau dapur terbuka. Sehingga, proses pembuatan ada didepan para pengunjung yang makan disana.
Konsep yang dinilai unik menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk datang dan mencicipi rasa Pizza ala Italia.
Selain penjualan Pizza yang berada di pinggir jalan, proses pembuatan makanan satu ini juga tak kalah menarik.
Chef biasanya juga melakukan sedikit atraksi dengan memutar dan melempar adonan ke atas. Tak jarang pembeli mengabadikan momen proses pembuatan Pizza dan diunggah pada media sosial.
Semua bahan yang digunakan dalam Pizza dibuat sendiri alias homemade.
Mulai dari adonan roti, topping, hingga saus. Sehingga citarasa dari Pizza Tunqu Angkring sangat khas.
Nama menu Pizza yang disajikan disini bisa dibilang cukup unik. Misalkan saja ada Sakarepmu, Daging Londo, Keju Thok, Gagal diet, Londo edan, dan masih banyak lagi, yang kecenderungan nama-nama yang diucapkan lidah jawa.
Dengan sedikit modifikasi tersebut, menurutnya Pizza di Tunqu Nangkring dapat diterima berbagai kalangan, mulai dari warga lokal hingga wisatawan asing.
Bahkan, tak sedikit wisatawan asing atau mahasiswa pertukaran pelajar dari luar negeri yang sering mampir ke kedai ini.
Untuk satu loyang Pizza dibagi menjadi delapan potong, dengan harga berkisar Rp 37.000-Rp 45.000.
Tunqu Nangkring berada di selatan Hotel Grand Zuri, buka Selasa hingga Minggu pukul 16.30-22.00.
Jika malam Minggu atau hari libur di kedai Pizza satu ini akan sangat ramai pengunjung, sehingga kita harus sedikit menunggu. (Tifara Annisa/Radar Jogja)
Baca Juga: UMKM Rentan Kena Kejahatan Siber, Pelaku Usaha Masih Abai Perkembangan Teknologi
Editor : Meitika Candra Lantiva