RADAR JOGJA - Zaman dulu banyak orang memasang kelambu atau tirai pelindung di tempat tidur. Kelambu dipasang untuk mencegah datangnya nyamuk.
Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menuturkan, penggunaan kelambu memang menjadi satu cara yang efektif dan efisien dalam mencegah gigitan nyamuk. Ini lantaran penggunaan kelambu bisa mengusir nyamuk secara alami, tanpa menggunakan bahan kimia.
"Kalau obat nyamuk malah pakai bahan kimia. Tidur pakai kelambu, bagi saya itu salah satu cara mencegah gigitan nyamuk," jelasnya saat ditemui di Kantor Dinkes Kota Jogja, Jumat (13/10).
Endang menyebut, penggunaan kelambu juga menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Beberapa daerah bahkan menerima program pembagian kelambu, salah satunya di Kabupaten Kulonprogo.
Kota Jogja, lanjut Endang, tak dapat program itu. Hal ini lantaran tidak ada kasus malaria yang merebak di Kota Jogja. Jika ada faskes yang mengobati malaria pun, itu merupakan kasus impor dan bukan warga Kota Jogja.
"Kalau kita bukan tidak boleh. Silakan, tapi beli sendiri. Kalau yang tadi dibagikan memang program pencegahan malaria. Secara umum untuk semua jenis nyamuk, jadi efisien," ungkapnya.
Endang mengatakan, kelambu tetap harus dirawat dengan cara dicuci secara rutin. Jika tak dirawat, kelambu justru dikhawatirkan akan menimbulkan debu. "Perawatannya seperti gorden ya. Kebersihan lain ya sering disapu, dipel ruangannya, itu cara kebersihannya," katanya. (isa/laz)