RADAR JOGJA - Kelambu tidur jadi salah satu barang yang kini makin langka keberadaannya. Dahulu kelambu jadi barang yang normal dan mudah ditemui di banyak rumah, sebagai salah satu upaya untuk mengusir nyamuk di malam hari.
Saat ini penjualnya pun kian berkurang seiring produksi kelambu yang juga makin minim. Salah seorang penjual home decor yang juga menjual kelambu Niken menyebut, pembeli kelambu saat ini sangat minim. "Sedikit yang beli. Kalau pun ada, paling kelambu yang untuk bayi," jelasnya (12/10).
Ia mengatakan, kelambu yang dijualnya memiliki beberapa jenis berdasarkan ketebalan dan juga motif. Harganya pun bervariasi, menyesuaikan ukuran dan kualitas bahan yang digunakan. "Beda-beda. Ada yang bahan kasar dan halus, modelnya juga ada kotak dan bundar," terangnya.
Perihal harga ia mematok angka mulai Rp 35 ribu hingga ada yang mencapai Rp 110 ribu. Harga itu dibanderol berdasarkan ukurannya yang bervariasi. "Ada ukuran 150x200 cm, 180x200 cm dan 200x200 cm," ujarnya.
Disebutnya, pembelinya rata-rata datang dari demografi keluarga atau orang-orang tua, terutama kalangan ibu-ibu yang cukup mendominasi. "Ibu-ibu banyak, sama orang-orang yang sudah tua," tambahnya.
Ia menuturkan, kelambu yang dijualnya rata-rata didatangkan dari produsen kawasan Jawa Barat. "Ya kayak Cimahi sama Bandung," tuturnya.
Dalam pelaksanaannya ia juga memasarkan kelambu itu di platform online atau marketplace. Hal itu diakuinya jadi salah satu solusi ideal karena bisa menjangkau potensi pasar yang lebih luas. "Ke online juga, biar yang beli lebih banyak," serunya. (iza/laz)