Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Notes Munyuk, Pembelinya Dulu Didominasi Perkantoran

Fahmi Fahriza • Minggu, 8 Oktober 2023 | 15:32 WIB

JADI BARANG LANGKA: Blocnoot Cap Kera yang pernah booming dan masif medio tahun 1980 hingga 1990-an. Keberadaannya tergeser oleh sistem komputerisasi dan HP.Fahmi Fahriza/Radar Jogja
JADI BARANG LANGKA: Blocnoot Cap Kera yang pernah booming dan masif medio tahun 1980 hingga 1990-an. Keberadaannya tergeser oleh sistem komputerisasi dan HP.Fahmi Fahriza/Radar Jogja
 


RADAR JOGJA - Buku saku Blocnoot Cap Kera mungkin jadi salah satu item yang familiar dan mudah diingat orang-orang yang tumbuh besar di era 1980 hingga 1990-an. Notes Munyuk ini pernah jadi salah satu item yang wajib dimiliki hampir semua industri, mulai pendidikan hingga perkantoran.


Setidaknya hal itu yang dituturkan oleh pegawai toko alat tulis kantor (ATK) Cherry Ira. Diakuinya, pembeli blocnoot dahulu banyak didominasi oleh perkantoran. "Orang-orang kantoran banyak yang beli. Mulai individu atau kantornya langsung," jelasnya kepada Radar Jogja Jumat (6/10).


Sependek ingatannya, blocnoot dahulu dipatok mulai dari harga Rp 2.000 hingga Rp. 5000. Harga tersebut dibanderol menyesuaikan ukuran dan juga jenis dari blocnoot itu sendiri yang memang bervariasi. "Ukurannya beda-beda. Jenisnya juga ada yang polos dan garis-garis," sebutnya.


Ira mengungkapkan, blocnoot pada akhirnya makin sepi peminat seiring dengan berkembangnya teknologi. Banyak orang yang kemudian beralih menggunakan komputer atau laptop untuk menulis, tak lagi menggunakan blocnoot. "Pokoknya ya sejak laptop dan HP berkembang, blocnoot jadi turun penjualannya," tuturnya.


Ira pun turut menyadari bahwa Blocnoot Cap Kera saat ini jadi barang yang langka. Ia pun pernah memiliki cerita ada pelanggannya yang datang untuk mencari blocnoot guna keperluan ospek di universitasnya. "Dulu kalau tidak salah maba UGM itu pernah cari untuk Ospek. Tapi saya posisinya juga sudah tidak jualan itu," terangnya.


Dari yang diingatnya, Ira mengungkapkan blocnoot tersebut dahulu banyak diambil dari beberapa daerah di Jawa Tengah, salah satunya Semarang. "Seingat saya Semarang, tapi itu juga udah lama. Paling sekarang pabriknya juga udah tutup," kelakarnya.


Terpisah, salah satu toko ATK yang hingga saat ini masih menjual Blocnoot Cap Kera adalah Toko Champion di kawasan Gowongan, Jetis, Kota Jogja. Sejak beroperasi tahun 1972, Toko Champion masih memiliki produk-produk yang mungkin jarang bisa ditemui di toko lainnya.


"Blocnoot Cap Kera itu produksi ulang, tapi juga sudah lama produksinya," ujar pengelola toko Champion yang enggan disebutkan namanya.
Diakuinya, peminat kebutuhan ATK saat ini sangat menurun drastis. Terlebih pasca pandemi, ditambah juga dengan digitalisasi yang makin berkembang. "Makin sepi sekarang. Ini produksi lama semua, hanya menghabiskan stok saja," ungkapnya. (iza/laz)

Editor : Heru Pratomo
#Notes Munyuk #UGM #alat tulis kantor #Blocnoot Cap Kera #buku saku