Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Sosok Maharani Khan Jade Belajar Memahami Banyak Hal dari Sastra

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 1 Oktober 2023 | 17:00 WIB

TEKUN: Maharani Khan Jade yang sejak kecil menekuni dunia sastra, kini membawanya menjadi AFC Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai asisten instruktur.
TEKUN: Maharani Khan Jade yang sejak kecil menekuni dunia sastra, kini membawanya menjadi AFC Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai asisten instruktur.
 

RADAR JOGJA - Maharani Khan Jade adalah anak dari seorang penyair perempuan asal Jogja Evi Idawati. Sejak kecil, mengharuskan Jade bersinggungan dunia sastra. Hingga saat ini, Jade bahkan memaknai sastra seperti spasi dalam sebuah tulisan. Yang memiliki fungsi memperjelas dan memudahkan dalam membaca.


Jika mengumpamakan hidupnya sebagai buku, Jade menyebut, sastra akan ada di setiap chapter-nya. “Dari sastra aku belajar memahami banyak hal, yang membuat aku lebih mudah memaklumi dan menerima up and down-nya kehidupan," ujarnya kepada Radar Jogja Jumat (29/9).


Jade sendiri telah mengenal sastra sejak kelas 2 sekolah dasar. Dia sering melihat ibunya menulis puisi dan novel, hingga mengisi materi sastra maupun teater. Selain itu, dia juga mulai membaca buku koleksi ibunya dengan beragam genre. "Yang paling berkesan untuk aku adalah buku Tuhan Maha Tau tapi Ia Menunggu, karya Leo Tolstoy," jelasnya.
Sepanjang menempuh dunia pendidikan, Jade memang sering bersingunggan dengan sastra. "SD dan SMP aku cuma ikut nemenin Ibu saja. Cuman waktu SMA aku sudah ikut ekstrakulikuler teater dan lomba-lomba baca puisi," beber Jade.


Selepas SMA, Jade menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di jurusan Sastra Indonesia. Dan selama kuliah, Jade banyak berproses kreatif di baca puisi dan teater. Dia juga serring mengikuti beragam porject dan event. Dari 2020, Jade sendiri sudah aktif di AFC Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai asisten instruktur. Bersama teman-teman lainnya, Jade mengenalkan siswa SD dan SMP pada dunia tulis menulis. "Membiasakan anak-anak untuk menulis dalam beragam tema dan suasana juga melatih kepercayaan diri mereka saat menampilkan karya sendiri," tegas Jade.


Menurut Perempuan kelahiran 18 Maret 1995 ini, penikmat dan peminat terhadap sastra sendiri sekarang masih cukup banyak. Sehingga, Jade berharap di masa depan, anak-anak yang sudah mengenal sastra tidak akan melupakan dan mampu membersamai sastra. "Menjadi lebih dekat dengan sastra terlepas apapun pekerjaan yang dicita-citakan. Sebab untuk mencintai sastra, kita nggak harus menjadi sastrawan," katanya.
Sampai saat ini, Jade pun masih memiliki keinginan untuk menerbitkan sebuah buku. (ayu/eno)

Editor : Satria Pradika
#TBY #UNY #Jogja