Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadah, Dikukus Pakai Santan Atau Tidak Tetap Gurih, Simak Proses Pembuatannya

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 31 Agustus 2023 | 19:51 WIB
 
SIAP SANTAP: Menu tradisional khas Jawa Jadah, rasanya gurih lezat. (Kreasi Culinary)
SIAP SANTAP: Menu tradisional khas Jawa Jadah, rasanya gurih lezat. (Kreasi Culinary)
 
 
RADAR JOGJA - Bagi pecinta kuliner pasti bukan hal asing dengan menu tradisional jadah. Di beberapa wilayah, jadah menjadi makanan khas yang populer, cocok juga sebagai oleh-oleh. Di lokasi pariwisata misalnya, menu ini biasanya banyak dijajakan kepada pengunjung.
 
Jadah merupakan makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan dan kelapa parut.  Namun jadah juga kerap disebut kue tradisional.
 
Kudapan ini dapat dinikmati begitu saja atau bisa juga direbus diberi bumbu pelezat, digoreng maupun dibakar. 
 
Baca Juga: Empat Makanan yang Cocok untuk Mencegah Perut Buncit
 
 
Rasanya gurih. Nikmat disantap bersama tempe bacem maupun goreng. Sambil nyeruput teh anget atau kopi. Ah nikmat.
 
Cara membuat jadah sebetulnya tidak sulit. Namun perlu diketahui beberapa hal detail, kunci agar pembuatan jadah tidak gagal.
 
Supaya jadah tidak lembek atau keras. 
 
Sumarni, 76, warga Tegalmulyo, Tumpukan, Karangdowo, Klaten, acap kali membuat jadah untuk kepentingan tradisi. Dia
membagiken resep jadah pulen.
 
Baca Juga: Coba Nih Kuliner Jogja .. Sensai Bakso Sumsum
 
KHAS: Sumarni, pembuat jadah menunjukkan proses pembuatan jadah tahap pencampuran adonan ketan dan parutan kelapa. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
KHAS: Sumarni, pembuat jadah menunjukkan proses pembuatan jadah tahap pencampuran adonan ketan dan parutan kelapa. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
 
 
"Ada dua cara membuat jadah, tanpa santan dan pakai santan saat perebusan," terang Sumarni, Kamis (31/8/2023). 
 
Membuat jadah tanpa santan, biasanya digunakan hanya saat perayaan adat tradisi. 
 
"Begini resep," kata lansia yang akrab disapa Sum itu. Lalu ia mulai menjabarkan.
 
Pertama, siapkan beras ketan sesuai kebutuhan. Sebelum beras dikukus, lebih dulu di rendam dengan air.  Kira-kira 4-6 jam lama perendaman. Kemudian beras dicuci bersih atau dipususi. Selanjutnya, dikukus.
 
"Dikukus kalau orang Jawa nyebutnya dikekelne," kata ibu enam anak itu. 
 
Baca Juga: Serabi, Kuliner Manis Khas Indonesia yang Terdapat di Taste Atlas
 
Sekira beras ketan sudah setengah masak, lalu diturunkan dari kompor. Dan proses pencampuran dengan parutan kelapa pun dimulai. Usahakan memilih kelapa yang sedang, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
 
"Agar hasilnya sempurna, parutan kelapa dicampur sedikit air matang dan garam. Penambahan air ini fungsinya agar proses pengadukan ketan dan parutan kelapa lebih merata," bebernya. Sedangkan penambahan garam untuk memberikan rasa gurih.
 
"Kalau sudah tercampur merata beras ketan dan parutan kelapa, dikukus lagi dan taburkan daun salam di dalamnya. Agar lebih gurih," sarannya. 
 
Kalau sudah matang atau tanak, selanjutnya adonan jadah diturunkan dan ditumbuk sampai halus. 
 
Baca Juga: Jenang Sabun, Kuliner Khas Pesisir Selatan yang Nyaris Punah
 
 
SIAP SANTAP: Jadah goreng dinikmati bersama bakwan dan tempe goreng serta nyruput kopi, ah mantap. (Pinterest)
SIAP SANTAP: Jadah goreng dinikmati bersama bakwan dan tempe goreng serta nyruput kopi, ah mantap. (Pinterest)
 
 
 
Barulah dicetak ke dalam loyang. "Atau kalau orang zaman dulu, (adonan, Red) dimasukkan ke dalam tenggok, lalu ditumbuk pakai jojohan (penumbuk, Red) dari kayu, atau tumbuk cobek yang besar," jelasnya. 
 
Adonan yang sudah halus dipadatkan ke loyang atau bisa juga ke dasar tenggok, lalu dicetak. 
 
Selagi hangat, jadah dipotong kecil-kecil. 
 
"Kalau ingin lebih nikmat jadah bisa ditempel daun pandan. Sehingga ketika digigit ada rasa pandan-pandannya. Itu jauh lebih enak," katanya.
 
Namun karena untuk kepentingan tradisi maka ia membuatnya simpel saja. Setelah jadi jadah siap disantap dan dibagikan.
 
Baca Juga: Nasi Teri Gejayan Pak Dul, Kuliner Malam yang Manjakan Lidah Pecinta Pedas
 
 
Untuk cara kedua, pada proses pengukusan tahap pertama air kukusan dimasukkan santan. Tahap selanjutnya sama, ketan kukus setengah matang diturunkan dari kompor lalu diuleni dengan parutan kelapa.
 
Untuk proses berikutnya senada dengan cara yang pertama tadi. Bedanya menggunakan santan dan tidak.
 
"Rasanya sama-sama enak, hanya saja pakai santan teksturnya semakin pulen," bebernya.
 
Agar tampilan lebih menarik, jadah bisa diberikan topingan bubuk kedelai, parutan kelapa kukus, taburan gula, pandan, bubuk kacang, keju, susu dan lainnya. Agar tak kalah menarik dengan menu modern. (mel) 
 
Baca Juga: Bakmi Jawa Mbah Gito, Referensi Kuliner dengan Konsep Jaman Dulu
Editor : Meitika Candra Lantiva
#resep #kudapan #Nikmat #ketan #Kuliner #populer #makanan khas #khas jawa #membuat #menu tradisional #lezat